Unud Kukuhkan 1.671 Mahasiswa Pascasarjana, Diminta Jadi Periset yang Inovatif

IMG-20260811-WA0001
Rektor Unud Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST., Ph.D., mengukuhkan Mahasiswa Baru Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Auditorium Widya Sabha, Senin (10/8/2026). [foto: Unud/dok]

MANGUPURA-fajarbali.com | Rektor Universitas Udayana atau Unud Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, ST., Ph.D., mengukuhkan sebanyak 1.671 mahasiswa baru Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Auditorium Widya Sabha, Kampus Bukit, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, pada Senin (10/8/2026).

Seluruh mahasiswa pascasarjana tersebut, disiapkan menjadi penggerak riset, inovasi, dan pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat serta berkontribusi pada pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pengukuhan Mahasiswa Baru Pascasarjana Universitas Udayana 

Wakil Rektor Bidang Akademik Unud, Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa pendidikan Pascasarjana diarahkan untuk menjawab tantangan strategis bangsa melalui kontribusi di bidang kesehatan, riset, dan inovasi.

Menurutnya Unud kembali menegaskan komitmennya untuk menjawab tantangan strategis bangsa untuk menghasilkan generasi emas yang berperan pada berbagai bidang.

Di bidang kesehatan, mahasiswa PPDS dan profesi kesehatan diharapkan mendukung pemerataan layanan medis, termasuk di wilayah 3T. Sementara mahasiswa Magister dan Doktor didorong menghasilkan penelitian yang tidak berhenti pada karya akademik, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat dan industri.

“Kami menuntut adanya hilirisasi riset, publikasi di jurnal internasional bereputasi, serta penciptaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri,” kata Sujaya. 

Pada kesempatan yang sama Rektor , Ketut Sudarsana, menegaskan mahasiswa Pascasarjana harus menjadi produsen pengetahuan dan inovasi.

“Memasuki jenjang studi pascasarjana berarti Saudara tidak lagi sekadar menjadi konsumen ilmu pengetahuan, melainkan produsen inovasi, pemikir kritis, dan penggerak riset,” ujar rektor.

Rektor juga mendorong mahasiswa agar mampu menghubungkan keilmuan dengan kebutuhan masyarakat. “Manfaatkan teknologi digital untuk melahirkan riset dan kegiatan pengabdian masyarakat yang menjawab persoalan nyata di lapangan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Kenakan Pakaian Adat Bali, 117 Mahasiswa Internasional BIPAS Tampil Memukau pada Graduation Autumn Semester 2023

Dari 1.706 peserta seleksi, sebanyak 1.671 mahasiswa dinyatakan lulus dan melakukan registrasi ulang, terdiri atas 588 Program Profesi, 709 Magister, 187 Doktor, 174 Spesialis, dan 13 Subspesialis. Mahasiswa baru tersebut berasal dari 31 provinsi, termasuk dari kawasan 3T, serta mahasiswa asing dari Timor Leste, Kanada, dan Jerman.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Stadium Generale bertema “Riset Berdampak: Scholar dalam Pusaran Era Disrupsi”. Keynote I menghadirkan Prof. apt. I Ketut Adnyana, Ph.D., Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, yang memberikan wawasan mengenai riset berdampak dan peran scholar dalam menghadapi era disrupsi.

Selanjutnya, Keynote II menghadirkan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, dengan topik “Transformasi Digital, Kedaulatan Data, dan Etika AI dalam Riset”. Sesi ini membahas strategi digital nasional, infrastruktur data untuk mendukung riset, serta pentingnya etika kecerdasan artifisial (AI) bagi mahasiswa Pascasarjana dalam pengembangan penelitian.

Melalui pengukuhan dan Studium Generale ini, Unud menegaskan pendidikan Pascasarjana tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi pada lahirnya ilmu, inovasi, dan sumber daya manusia yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan.* [gde/rel]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top