Kemampuan wawancara, lanjutnya, juga menjadi bagian penting dalam kompetensi wartawan. Sebelum bertemu narasumber, wartawan harus menguasai bahan agar dapat mengembangkan pertanyaan dan membangun komunikasi dua arah.
“Paling minimal kita punya komunikasi dengan narasumber kita,” katanya.
Selain penguasaan materi, wartawan perlu memperhatikan penampilan, sikap dan cara berkomunikasi. Wartawan juga harus mengetahui waktu yang tepat untuk menyela pembicaraan narasumber agar informasi yang disampaikan tidak terputus.
Khusus media daring, Arief mengingatkan wartawan agar tidak hanya mengejar kecepatan. Berita yang menjadi informasi awal tetap perlu dikembangkan melalui verifikasi dan berita lanjutan. Perkembangan teknologi juga membuat media kini tidak lagi berkomunikasi satu arah, tetapi membuka ruang interaksi dengan masyarakat.
Karena itu, kompetensi wartawan tidak berhenti pada kemampuan menulis. Wartawan harus memiliki kesadaran terhadap etika dan hukum, memperluas pengetahuan serta menguasai keterampilan jurnalistik agar menghasilkan pemberitaan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.W-007










