GIANYAR-fajarbali.com | Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali meluncurkan Sekolah Lansia “Pradnya Werdha” Desa Kelusa di Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gianyar, Pemerintah Desa Kelusa, mitra lintas sektor, serta 30 peserta Sekolah Lansia.
Peluncuran tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup lanjut usia melalui pendidikan nonformal yang mendorong lansia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat, sekaligus memperkuat kesiapan Bali menghadapi fenomena penuaan penduduk.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., mengatakan bahwa Sekolah Lansia merupakan strategi penting untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi fenomena aging population.
"Saat ini Bali memiliki 15,07 persen penduduk lansia dan termasuk provinsi dengan struktur penduduk yang menua lebih cepat. Karena itu, kita harus membangun kesiapan sejak sekarang melalui keluarga dan komunitas. Sekolah Lansia hadir untuk membentuk lansia SMART, yaitu sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat, sekaligus menjadi investasi dalam mewujudkan desa yang siap menghadapi perubahan demografi," kata Luh Gede Sukardiasih.
Sekretaris Desa Kelusa Ngakan Made Agus Hendra Putra yang sekaligus sebagai Kepala Sekolah Lansia “Pradnya Werdha” menyampaikan bahwa pembentukan Sekolah Lansia merupakan wujud komitmen Pemerintah Desa Kelusa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.
"Sekolah Lansia bukan sekadar wadah belajar bagi para lansia, tetapi menjadi bentuk pendidikan nonformal yang membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan, keagamaan, sosial, dan budaya. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran hingga prosesi wisuda, sehingga mampu menjadi lansia yang tangguh, sehat, mandiri, dan berkualitas," kata Agus.
Pada pelaksanaan program, Sekolah Lansia Desa Kelusa diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari enam banjar di wilayah Desa Kelusa. Kegiatan pembelajaran akan berlangsung selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026, dengan total 12 kali pertemuan yang memadukan pembelajaran di kelas dan praktik lapangan. Seluruh pembiayaan program bersumber dari APBDes Desa Kelusa Tahun Anggaran 2026.
Peluncuran Sekolah Lansia Desa Kelusa juga menandai pencapaian penting dalam pengembangan program kelanjutusiaan di Bali. Sekolah Lansia Desa Kelusa menjadi Sekolah Lansia ke-32 di Kabupaten Gianyar sekaligus ke-63 di Provinsi Bali.
Kehadiran sekolah ini diharapkan memperkuat implementasi pembelajaran sepanjang hayat bagi lansia melalui kurikulum yang berkelanjutan, penguatan tujuh dimensi Lansia Tangguh, serta sinergi dengan Bina Keluarga Lansia (BKL) dan layanan kesehatan.
Melalui peluncuran Sekolah Lansia Desa Kelusa, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem yang mendukung lansia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
Program ini diharapkan menjadi model pengembangan Sekolah Lansia di desa-desa lain sebagai bagian dari upaya mewujudkan Bali yang siap menghadapi perubahan struktur penduduk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia. [rel]










