Tanda Tangani Prasasti, Bupati Mahayastra Resmikan Pasar Bona, Pedagang Dilarang Membawa Kompor Gas ke Dalam Pasar

(Last Updated On: )

GIANYAR-fajarbali.com | Bupati Gianyar, I Made Mahayastra menandatangani prasasti pasar rakyat Desa Adat Bona, Rabu (5/5/2021) kemarin.


Peresmian didampingi Ketua Fraksi PDIP Kabupaten Gianyar, Anggota DPRD Kabupaten Gianyar Dapil Kecamatan Blahbatuh, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Staf Ahli Kabupaten Gianyar, Kepala OPD serta Warga Desa Bona. Perbekel Desa Adat Bona, I Gusti Nyoman Gede Susila berterima kasih kepada Bupati Mahayastra karena Pasar Desa Adat Bona sudah bisa berdiri dan sudah dapat digunakan berjualan oleh pedagang semenjak dilaksanakannya upacara pemelaspasan pada 1 Pebruari 2021.

Baca Juga :
Dinas Pertanian Berharap Petani Ikut Asuransi Usaha Tani, Gagal Panen, Satu Hektar Dijamin Rp 6 Juta
Selama Tahun 2021 Sudah 34 Gepeng Dipulanglan, Disarankan Pemberdayaan Ekonomi di Rumah Asal

Gusti Susila menambahkan Pasar Rakyat Adat Bona kini tidak jauh berbeda dengan pasar sebelumnya, yaitu Pasar PPK (Program Pengembangan Kecamatan) yang diusulkan tahun 2004 dan berdiri tahun 2006. Pasar Bona sempat dilanda kebakaran akhir 2018 lalu, sehingga semua pedagang kehilangan tempat berjualan.

Pada tahun 2020  Bupati Mahayastra membangun Pasar Adat Bona yang menjadi pasar kebutuhan pedagang dengan anggaran Rp. 2,4 miliar dari dana APBD yang dicairkan dalam 2 tahap. Mencegah kebakaran terulang, I Gusti Nyoman Gede Susila melarang pedagang membawa alat masak seperti kompor ke pasar.

“Astungkara pedagang nyaman dan penghasilan pedagang juga meningkat, walaupun di tengah pandemi seperti sekarang ini,” ujar Dewa Susila.

Bupati Mahayastra mengatakan kebakaran Pasar Bona terjadi di penghujung tahun 2018, sehingga tidak bisa mengambil tindakan segera, mengingat tahun anggaran berjalan segera berakhir. Bupati Mahayastra mengatakan salut kepada masyarakat Bona, masyarakatnya santun, masyarakatnya satya, dan masyarakatnya percaya kepada pemerintah, sabar menunggu perbaikan.

“Bekerjalah kita sesuai dengan keyakinan, sesuai kewajiban, karena kita bekerja membantu sesama, membantu pedagang, membantu petani, membantu semuanya yang bisa kita bantu, yang bisa dikerjakan,” ujar Bupati Mahayastra. (sar)

 

Sebagai Bupati Gianyar dirinya sudah mengeluarkan kebijakan, pertama vaksin sistem banjar sudah akan sampai ke Desa Bona. Target nasional 70%, namun target di Gianyar 90%. Ubud sebagai percontohan pariwisata hijau, sekolah-sekolah sudah mulai dibuka, operasional pasar-pasar sudah mulai normal, sekarang tinggal memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan untuk melawan pandemi ini. Tidak lupa Bupati Mahayastra berharap supaya pandemi segera berlalu serta perekonomian kembali berputar. Seperti pasar yang mampu menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Gianyar secara khusus, dan Bali pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Okupansi Hotel Berbintang Alami Peningkatan Meski Belum Signifikan

Kam Mei 6 , 2021
(Last Updated On: )Denpasar-fajarbali.com | Meski tengah diterpa pandemi, ternyata okupansi hotel berbintang di Bali selama Maret 2021 mengalami perbaikan dibandingkan kondisi bulan sebelumnya. Namun, hal tersebut tidak dialami hotel non-bintang yang justru mencatatkan penurunan okupansi.

Berita Lainnya