Edukasi Kesehatan Sejak Dini, Murid SDN 2 Panjer Diberi Pengetahuan PHBS dengan Membuat Perangkap Jentik Nyamuk

IMG-20260915-WA0021
Murid SDN 2 Panjer, Denpasar, antusias mengikuti edukasi PHBS dengan membuat perangkap jentik nyamuk, yang digelar Tim Pengabdi Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar. [foto: fb/ist]

DENPASAR-fajarbali.com | Tim Dosen Kesehatan Lingkungan, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar, menunaikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Pengabdian kepada Masyarakat atau Pengabmas. Kali ini, pengabmas menyasar murid SDN 2 Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar. 

Tim pengabdi diketuai oleh Ni Ketut Rusminingsih, SKM., M.Si., bersama anggota I Ketut Aryana, BE., SST., M.Si dan Drs. I Made Bulda Mahayana, SKM.,M.Si. Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan, yakni Ni Putu Cahya Kania Deviyanti, Putu Maika Krestami serta Anak Agung Istri Purnama Devi.

Dikonfirmasi di Denpasar, Senin (14/9), Rusminingsih menjelaskan, Pengabmas tersebut mengusung tema "Edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Pendampingan Pembuatan Alat Perangkap Jentik Nyamuk Pada Siswa-siswi di SDN 2 Panjer, Denpasar Tahun 2026". 

Rusminingsih mengatakan, peningkatan kesehatan merupakan salah satu upaya pembangunan nasional untuk tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. 

"Pelaksanaan pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup setiap orang agar memiliki PHBS di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat," kata Rusminingsih.

Menurut dia, diperlukan upaya untuk mengedukasi anak-anak usia dini untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan mencegah penularaan penyakit demam berdarah di lingkungan sekolah dengan cara membuat alat perangkap nyamuk sederhana dengan memanfaatkan limbah plasti.

Rusminingsih berpendapat, pendampingan PHBS di lingkungan sekolah merupakan langkah untuk memberdayakan siswa, guru dan masyarakat lingkungan sekolah agar bisa dan mau melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dalam menciptakan sekolah yang sehat. 

Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan, demo dan pendampingan tentang cara pembuatan alat perangkap nyamuk dengan menggunakan bahan botol plastik kepada siswa-siswi kelas IV dan V SD Negeri 2 Panjer yang berjumlah 74 siswa. Ia menyebut kegiatan itu telah berlangsung 21 Agustus 2026 lalu. Namun tetap dilakukan monitoring.

BACA JUGA:  Tips Berpuasa dan Berolahraga Ala Bintang NBA

Dimulai dengan pembagian booklet tentang cara membuat alat perangkap nyamuk, dilanjutkan dengan penyuluhan dan demo cara pembuatan alat perangkap nyamuk serta praktek langsung pembuatan alat perangkap nyamuk menggunakan botol plastik. Diakhiri dengan penempatan alat perangkap nyamuk sesuai di tempat yang memenuhi persyaratan. 

Kegiatan ini diikuti oleh 3 orang dosen dan dibantu oleh 3 orang mahasiswa, serta 3 orang guru dari SD Negeri 2 Panjer. Hasil akhir semua siswa mampu membuat alat perangkap jentik nyamuk. Seperti yang dijelaskan pada booklet. 

Untuk selanjutnya diharapkan kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Dengan perpedoman pada booklet yang sudah dibagikan, kegiatan ini bisa diteruskan ke adik-adik kelasnya, mungkin melalui kegiatan extrakurikuler, dengan memanfaakan botol plastik bekas. [rel/gde] 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top