Kasus Kematian Satu Keluarga di Legian Resmi Dihentikan Polisi

kapolresta-denpasar
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang bersama Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy SIK membeberkan perkembangan penanganan kasus meninggalnya warga Australia SDJ dan dua anaknya di kawasan Legian.(Istimewa)

DENPASAR-Fajar Bali | Kepolisian mengungkap perkembangan kasus meninggalnya satu keluarga warga negara Australia di sebuah bungalow kawasan Legian Tengah, Kuta, Badung, pada Minggu (13/9/2026) pagi. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang ditemukan meninggal dunia, yakni SDJ (57) dan dua anaknya, ADS (7) serta LKS (4).

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang, didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, mengatakan berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi, SDJ diduga kuat menghilangkan nyawa kedua anaknya sebelum kemudian mengakhiri hidupnya sendiri.

Dari rekaman CCTV di lokasi, polisi menemukan sejumlah petunjuk terkait rangkaian kejadian sebelum ketiga korban ditemukan meninggal dunia. Dalam rekaman tersebut, sempat terdengar suara salah satu anak dari dalam kamar. Sementara anak lainnya terlihat berlari keluar dari kamar.

Anak tersebut kemudian diduga dikejar dan dibawa kembali ke dalam kamar. Setelah itu, tidak terdengar lagi suara dari dalam kamar.

Leonardo menjelaskan, tidak lama berselang SDJ terlihat keluar dan masuk ke sebuah gudang. Polisi menduga dari tempat tersebut SDJ mengambil tali yang kemudian digunakan untuk mengakhiri hidupnya.

“Jadi, sebelum melancarkan aksi gantung dirinya, pelaku sempat membalikkan arah kamera CCTV ke bawah,” ungkap Leonardo.

Selain menganalisis rekaman CCTV, polisi juga melakukan pemeriksaan luar dan identifikasi terhadap ketiga korban bersama tim medis.

Dari pemeriksaan awal, ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua anak. Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan ketiganya meninggal dunia.

Polisi kemudian mendalami latar belakang SDJ dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk istrinya yang berada di Jakarta.

Dari keterangan sang istri, SDJ disebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan tingkat kecemasan yang tinggi. Kondisi rumah tangga keduanya juga disebut telah mengalami kerenggangan sejak 2022 dan beberapa kali diwarnai pertengkaran.

BACA JUGA:  Terjadi Pencurian, Disdikpora Minta Pihak Sekolah Perketat Pengawasan Laptop

Sang istri diketahui pulang ke rumah orang tuanya di Jakarta pada 10 September 2026, atau beberapa hari sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Polisi juga memperoleh informasi bahwa SDJ sebelumnya pernah melakukan percobaan bunuh diri sekitar satu bulan sebelum kejadian. Upaya tersebut berhasil digagalkan oleh istrinya.

“Selama ini, pelaku SDJ tidak pernah menjalani pengobatan medis, namun sang istri sudah mengetahui kelainan suaminya tersebut,” ungkap Leonardo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan penanganan perkara tersebut akan dihentikan melalui penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), mengingat orang yang diduga sebagai pelaku utama telah meninggal dunia.

“Polresta Denpasar bersama Satreskrim akan mendaftarkan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) karena pelaku utama telah meninggal dunia,” kata Ariasandy.

Selain itu, kepolisian telah berkoordinasi dengan Konsulat Australia terkait penanganan ketiga jenazah. Polsek Kuta bersama pihak Konsulat Australia juga telah berkoordinasi untuk proses penyerahan dan penanganan jenazah kepada pihak keluarga.

Terkait pemeriksaan jenazah, Ariasandy membenarkan bahwa pihak istri telah membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan penolakan terhadap autopsi menyeluruh.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah kepolisian melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk rekaman CCTV serta informasi mengenai riwayat kondisi SDJ.

“Pihak istri telah membuat surat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan otopsi menyeluruh, mengingat bukti-bukti petunjuk dari CCTV serta riwayat medis pelaku sudah dianggap sangat jelas,” tandas Ariasandy.W-007

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top