Sampaikan Pesan Nyepi, Bupati Artha Ajak Umat Sucikan Hati

NEGARA – fajarbali.com | Pada saat Nyepi kita diwajibkan menjalankan Catur Bratha Penyepian yaitu Amati Geni, tidak boleh menggunakan atau menyalakan api, Amati Karya, tidak boleh bekerja, Amati Lelungan, tidak berpergian serta Amati Lelanguan tidak melakukan suatu hiburan/hura-hura.

Untuk itu kepada seluruh Umat Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi, Artha mengajak untuk sama – sama menjalankan catur bratha penyepian guna meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Tujuan utamanya tak lain menurut Artha,  bentuk penguasaan diri menuju kesucian hidup. Sebuah dialog spiritual yang dilakukan agar kehidupan ini selalu seimbang, sejahtera, dan damai.  “Melalui Hari raya Nyepi kita belajar menyucikan hati,  bisa meredam sifat amarah, benci, dan serakah, dan kembali menemukan hakikat jatidiri serta merenungkan apa yang telah dilakukan sebagai upaya memperbaiki kualitas kehidupan di masa depan,” ujar Artha.
Bupati Artha juga menyoroti jatuhnya hari raya Nyepi tahun ini yang bersamaan dengan hari Saraswati. Menurutnya, hal itu perlu diatur agar kedua hari suci yang berbeda suasana itu dapat berjalan sesuai filsafat yang terkandung didalamnya. “ Niwertti Kadharma ( spiritualitas untuk hari raya Nyepi, sementara hari saraswati “prawertti kadharma, atau bersifat ritual . Hal ini juga merupakan anugrah nan istimewa bagi kita umat Hindu,”sebut Artha.
Sementara Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan Hari Raya Nyepi tahun ini penting untuk menyucikan hati, pikiran, dan tindakan agar dijauhkan dari rasa saling membenci. .Secara khusus kepada anak muda atau yang biasa disebut generasi milenial , Ia meminta untuk memaknai perayaan Nyepi ini secara bijak
Kembang berharap momen Hari Raya Nyepi kali ini dapat menyadarkan bahwa setiap umat manusia adalah bersaudara. “Tidak boleh saling menyakiti satu sama lain karena kita bersaudara sehingga harus mewujudkan toleransi. Termasuk dalam hal penggunaan media sosial. Agar menjauhkan diri dari perilaku saling menghujat, terlebih menyebarkan berita hoax yang tak teruji kebenarannya ,” himbaunya.
Rangkaian Pelaksanaan Nyepi di Kabupaten Jembrana sendiri diawali dengan prosesi melasti kepura segara masing-masing (14/3/2018), upacara tawur agung yang dipusatkan diperempatan surapati ( catus pata) didepan kantor Bupati Jembrana (16/3/2018 ), serta sore harinya akan dilanjutkan dengan parade ogoh-ogoh dengan melibatkan hasil karya sekehe teruna se-Jembrana setelah melalui penilaian /seleksi panitia sebelumnya. W-003*
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Terima Wawancara Terkait Tragedi G30s dari University of Japan di Hotel Hilton Nusa Dua , Wedakarna Ungkap Kebenaran Plot 1965 kepada Akdemisi Asal Jepang

Rab Mar 14 , 2018
MANGUPURA-fajarbali.com | Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali Dr. Arya Wedakarna MWS III atau yang dikenal dengan sapaan AWK didatangi Prof. Aiko Kurasawa asal University of Japan pada saat menghadiri acara pernikahan temannya yang bersasal dari India di Hotel Hilton Nusa Dua Bali, yang mana dirinya diminta untuk memberikan penjelaskan sejarah […]