Salah Paham Bermain Remi, Tukang Ojek Tusuk Penjaga Money Changer

DENPASAR-fajarbali.com | Diduga salah paham dalam permainkan kartu remi, penjaga money changer I Ketut Ngarta alias Kampek (40) nyaris tewas lantaran ditusuk oleh temannya sendiri berprofesi sebagai tukang ojek Kadek Jaya (24), Jumat (9/3/2018).

Kejadian bermula ketika korban yang berasal dari Banjar Juntal, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem ini bersama pelaku warga asal Banjar Dinas Munti Gunung, Desa Tianyar Barat Kecamatan Kubu, Kabupateen Karangasem bermain kartu jenis Remi di depan mini market yang tak jauh dari tempat kerja korban. Mereka bersepakat taruhannya adalah hukuman dijepit telinganya menggunakan jepitan pakaian bagi yang kalah.

Saat itu korban dalam posisi kalah. Mereka pun cekcok dan sama sama emosi. Korban menantang pelaku untuk berkelahi. Pelaku merasa tidak mampu melawan korban, ia pun pulang ke kosnya yang tidak jauh dari tempat kejadian (TKP) untuk mengambil parang. Dengan menggunakan sepeda motor, pelalu kembali ke arah selatan dan parkir di depan mini mart langsung menghampiri korban.
Keduanya terlibat cekcok mulut lagi dan sempat berkelahi. Karena pelaku sempat mengayun parang, korban lari kearah utara pelaku mengejar korban sesampai di depan Hotel Jaya Karta atau depan Coffee Cutters Shop, pelaku langsung menusuk korban dengan menggunakan parang beberapa kali hingga korban mengalami luka terbuka pada bagian pinggang kiri dan paha kiri belakang.

Tim opsnal yang dipimpin oleh Panit Reskrim IPTU Budi Artama langsung meluncur ke TKP mengecek dan mencari saksi-saksi dan informasi lalu membawa korban ke RS, yang selanjutnya berhasil mengamankan pelaku di TKP
“Saat ini kami masih dalami keterangan pelaku dan 5 orang saksi, dengan dugaan salah paham,” Kata Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Wirajaya, SH.,MH. (alt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rakerda, Sinkronisasi Program Kwartir Nasional dengan Kwarda Bali

Sab Mar 10 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Sebanyak 86 orang dari Andalan Daerah 18 orang, Andalan Cabang 45 orang, Dewan Kerja Daerah (DKD) 2 orang, Dewan Kerja Cabang (DKC) 9 orang, dan Pom Saka Daerah 12 orang mengikuti Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Bali tahun 2018.