Menurutnya, panggung PKB menjadi media yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Badung kepada generasi muda maupun masyarakat luas.
Ia menjelaskan, Siat Tipat Bantal tidak sekadar tradisi seremonial, tetapi mengandung filosofi mendalam tentang pertemuan purusa dan pradana yang melahirkan kehidupan. Nilai tersebut menjadi inspirasi dalam keseluruhan konsep garapan.
"Tipat Bantal merupakan simbol pertemuan purusa dan pradana. Dari pertemuan itu lahir kehidupan baru. Filosofi tersebut kami harapkan mampu menginspirasi lahirnya karya-karya baru tanpa meninggalkan akar tradisi yang diwariskan leluhur," katanya.
Melalui perpaduan tari, dramatari, tabuh, serta tata artistik yang kuat, "Sanggama Rohani" tampil bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya. Garapan ini menegaskan komitmen seniman Badung dalam menjaga, merawat, dan mewariskan tradisi Bali agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.W-004










