*Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada Tahun 2023 menunjukkan prevalensi kanker di Provinsi Bali lebih tinggi daripada rata-rata nasional, yaitu mencapai 1,2 permil.
*Beberapa infeksi kronis merupakan faktor risiko kanker, hal ini merupakan masalah khusus di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, dimana Sekitar 13% kanker yang didiagnosis pada tahun 2018 secara global disebabkan oleh infeksi karsinogenik.
*Hati merupakan organ tubuh yang paling sering mengalami kerusakan apabila terkena toksik. Zat toksik yang masuk kedalam tubuh akan mengalami peroses detoksefikasi
GIANYAR-fajarbali.com | Sebagai bentuk implementasi Tei Dharma Perguruan Tinggi, serta memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar menggelar Pengabdian kepada Masyarakat atau Pengabmas di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang melibatkan sejumlah stakeholder ini, mengusung tema "Pemeriksaan Kadar Serum Glutamis Pyruvic Transminase (SGPT) dan Penyuluhan Kesehatan Tentang Kanker Hati". Puluhan masyarakat nampak memenuhi halaman Pasar Adat Sayan, menandakan antusiasme tinggi memeriksakan diri.
Perwakilan Tim Pengabdi TLM Poltekkes Kemenkes Denpasar Heri Setiyo Bekti, menyampaikan pengabdian kepada masyarakat merupakan peran nyata Poltekkes Kemenkes Denpasar, ikut serta membangun kesehatan masyarakat.
"Kami juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak-pihak terkait dalam setiap kegiatan, agar program atau rencana kegiatan dapat berjalan lancar dan sesuai target," kata Heri di sela kegiatan didampingi anggota pengabdi, I Gusti Agung Ayu Dharmawati dan Burhannuddin.
Heri mengungkapkan, pengabmas ini didasari hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada Tahun 2023 menunjukkan prevalensi kanker di Provinsi Bali lebih tinggi daripada rata-rata nasional, yaitu mencapai 1,2 permil.
Menurut Heri, beberapa infeksi kronis merupakan faktor risiko kanker, hal ini merupakan masalah khusus di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, dimana Sekitar 13% kanker yang didiagnosis pada tahun 2018 secara global disebabkan oleh infeksi karsinogenik.
"Hati merupakan organ tubuh yang paling sering mengalami kerusakan apabila terkena toksik. Zat toksik yang masuk kedalam tubuh akan mengalami peroses detoksefikasi (dinetralisasi) di dalam hati oleh fungsi hati," jelasnya.
Ia menambahkan, SGPT merupakan salah satu enzim yang keberadaan dan kadarnya dalam darah dijadikan penanda terjadinya gangguan fungsi hatidan juga dapat tanda terjadinya kanker hati.
Beberapa kegiatan yang dilakukan pada kegiatan, antara lain: senam lansia, penyuluhan tentang kanker hati, pemeriksaan Kesehatan (antara lain: berat badan, tinggi badan dan tekanan darah), pemeriksaan laboratorium (antara lain: pemeriksaan kadar gula darah dan SGPT), serta pemberian obat gratis.
Ia mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang terlibat pada kegiatan ini, antara lain, Perbekel Desa Sayan dan jajaran, Puskesmas Ubud 2, pengelola Pasar Adat Desa Sayan, serta masyarakat setempat.
Perbekel Desa Sayan, I Ketut Gede Kesumujaya, S.Sis., M.Ag, menyampaikan, mewakili masyarakat menyambut baik program ini yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakatnya.
"Program ini bermanfaat baik, khususnya dalam hal Kesehatan masyarakat, agar dapat meningkatkan kualitas hidup pada masyarakat, dan berharap semoga kegiatan ini terus dapat dilaksanakan berkesinambungan," harap Perbekel Sayan. [rel/gde]










