Percepat Respons Sistem Kelistrikan Berbasis Digital, PLN Uji Jaringan 450 LTE di Bali

IMG-20260819-WA0013
Kegiatan site visit POC LTE 450. [foto: ist/dok]

DENPASAR-fajarbali.com | Ketika terjadi perubahan kondisi pada jaringan listrik, kecepatan informasi menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan respons operasional. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan proof of concept (POC) jaringan 450 LTE di Bali.

Pengujian ini dilakukan untuk melihat kemampuan jaringan 450 LTE dalam mendukung komunikasi antara peralatan di lapangan dengan pusat pengatur sistem kelistrikan. Aspek yang diuji meliputi jangkauan dan kualitas komunikasi, stabilitas koneksi, serta kemampuan jaringan dalam mengirimkan data operasional secara konsisten.

Sederhananya, jaringan komunikasi menjadi jalur yang membawa informasi dari lapangan ke pusat pengatur. Semakin baik jalur komunikasi tersebut, semakin cepat pula informasi mengenai kondisi sistem dapat diterima dan digunakan sebagai dasar pemantauan maupun pengambilan keputusan operasional.

Implementasi POC tersebut mendapat perhatian Komdigi melalui kunjungan lapangan yang dipimpin Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan. Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi aktual implementasi sekaligus membahas kebutuhan teknis dan hasil pengujian jaringan 450 LTE di PLN UP2D Bali.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan pemanfaatan teknologi komunikasi yang andal menjadi semakin penting seiring transformasi sistem kelistrikan menuju sistem yang lebih digital dan terintegrasi.

“POC 450 LTE menjadi kesempatan bagi kami untuk menguji secara langsung bagaimana teknologi komunikasi ini dapat mendukung kebutuhan operasional sistem kelistrikan. Kami ingin memastikan teknologi yang nantinya digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan, memiliki jangkauan dan keandalan yang baik, serta mampu mendukung pertukaran data secara cepat dan konsisten,” ujar Petrus.

Menurut Petrus, komunikasi data memiliki peran penting dalam mendukung pengaturan dan pemantauan sistem distribusi listrik.

BACA JUGA:  RUPST Telkom Pertahankan Jajaran Direksi

“Tujuan akhirnya tetap pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan komunikasi yang semakin andal, sistem kelistrikan dapat dipantau dan dikendalikan dengan lebih efektif. Hal tersebut diharapkan turut mendukung percepatan penanganan gangguan dan menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pelanggan,” tambah Petrus.

Dalam sistem kelistrikan modern, komunikasi tidak hanya berlangsung antarmanusia. Peralatan di lapangan juga perlu terhubung dengan pusat pengatur melalui pertukaran data. Informasi mengenai kondisi jaringan dapat dikirimkan untuk membantu petugas mengetahui kondisi sistem tanpa harus selalu menunggu informasi secara manual dari lapangan.

Karena itu, jaringan komunikasi merupakan salah satu bagian penting dalam digitalisasi sistem tenaga listrik. Melalui POC ini, PLN dapat menguji secara langsung apakah jaringan 450 LTE mampu memberikan kualitas komunikasi yang dibutuhkan dalam kondisi operasional sebenarnya.

Penggunaan frekuensi 450 MHz juga memiliki karakteristik jangkauan yang luas dan kemampuan penetrasi sinyal yang baik. Namun, karakteristik tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pengujian di lapangan dengan mempertimbangkan kondisi geografis Bali dan kebutuhan operasional PLN.

Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, mengatakan POC diperlukan untuk memperoleh bukti teknis dan data lapangan sebelum suatu teknologi dikembangkan dalam skala yang lebih luas.

“Sinergi Komdigi dan PLN menjadi penting karena pembangunan infrastruktur energi dan digital memiliki keterkaitan yang semakin erat. POC ini perlu dimanfaatkan untuk mendapatkan data dan pembelajaran yang komprehensif sehingga kita memiliki dasar yang kuat untuk menentukan langkah pengembangan berikutnya,” ujar Denny.

Bagi masyarakat, pengujian tersebut berlangsung di balik layar. Jika hasil POC menunjukkan performa yang sesuai dengan kebutuhan operasional, teknologi komunikasi tersebut berpotensi mendukung pemantauan kondisi jaringan secara lebih cepat, pengembangan otomasi jaringan, serta pengiriman data dari berbagai titik jaringan menuju pusat pengatur.

BACA JUGA:  Hadiah HUT RI KE-76, ITDC Selesaikan Pengaspalan Main Track Mandalika Internasional Street Circuit

Dengan demikian, manfaat yang ingin dicapai bukan sekadar memiliki jaringan komunikasi baru, tetapi mempercepat aliran informasi di dalam sistem kelistrikan. Informasi yang diterima lebih cepat memberikan dukungan bagi petugas untuk memahami kondisi jaringan, menentukan langkah operasional, dan merespons kebutuhan sistem secara lebih tepat.

Melalui POC 450 LTE, PLN UP2D Bali bersama Komdigi menguji kesiapan teknologi sebelum penerapannya dikembangkan lebih luas. Hasil pengujian akan menjadi dasar evaluasi untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar memberikan nilai tambah bagi sistem kelistrikan.

Karena bagi pelanggan, kecanggihan teknologi bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut membantu PLN mengetahui kondisi sistem lebih cepat dan memberikan respons yang semakin baik ketika masyarakat membutuhkan layanan listrik. [gde/rel]

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top