Di tengah tantangan global disrupsi teknologi, krisis ling-kungan, serta kompleksitas sosial, kehadiran guru Besar dituntut untuk tidak hanya ung-gul secara akademik, tetapi juga peka terhadap konteks lokal, kearifan budaya, dan kebutuhan masyarakat.
UPMI, lanjut Prof. Suarta, menaruh harapan besar agar para profesor terus berkontri-busi dalam membangun ilmu pengetahuan yang berdampak, relevan, dan berkelanjutan. Pengukuhan ini, kata dia, membawa keberkahan, baik bagi
profesor yang dikukuhkan, keluarga, institusi, maupun bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan bangsa Indonesia.
Selain itu UPMI Bali juga meraih lima awards dalam ajang LLDIKTI VIII Awards 2025 masing-masing terbaik I bidang Ilmuwan Muda Bidang Sosial dan Humaniora, ilmu-wan muda bidang sosial dan humaniora. Juga meraih terbaik I ilmuan senior bidang sosial dan humaniora, PT dengan pemenang terbanyak Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan PT dengan Program Inovasi Seni Nusantara terbanyak.
Saat pengukuhan Wayan Suanda memaparkan orasi ilmiah hasil penelitian soal "Peman-faatan Lekesan sebagai Kearifan Lokal Bali dalam Pengendalian Jamur Patogen Stroberi Menuju Agrowisata Sehat dan Berkelan-jutan". Suanda asal Br. Sama, Pedungan Denpasar ini meraih S-1 di UPMI Bali, sedangkan S-2 dan S-3 di Bioteknologi Perta-nian Fakultas Pertanian Unud.
Lekesan bagi dia, mengandung tiga unsur penting, yaitu nilai religius dan etika sosial, yang mendasari praktek-praktik pengelolaan sumber daya hayat-inya. Kesemuanya ini merupak-an satu kesatuan sistem yang melandasi tatanan kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik komunitas petani ma-syarakat adat.










