Pecah Telur, UPMI Punya Guru Besar Tetap

Prof. Arnawa menjadi guru besar tetap bidang ilmu linguistik, profesor pertama di Kampus UPMI yang terletak di Jalan Seroja No.57, Tonja, Denpasar. Ia menyampaikan orasi ilmiah tentang inferensi kebenaran tindak ujar performatif.

 Save as PDF

Pengukuhan Prof. Dr. Drs. I Nengah Arnawa, M.Hum., sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Linguistik UPMI, Selasa (24/1).

 

DENPASAR – fajarbali.com | Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI)–sebelumnya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali akhirnya memiliki guru besar, Prof. Dr. Drs. I Nengah Arnawa, M.Hum. Arnawa pun dikukuhkan di Aula Kampus UPMI, Selasa (24/1).

Proses yang ditempuh Arnawa penuh liku dan memakan waktu relatif panjang. Namun, buah manisnya saat ini menjadi pelepas dahaga institusi.

Bahkan, Rektor UPMI Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum., mengaku, hal ini merupakan mimpi Redha Gunawan (alm), salah satu pendiri UPMI sekaligus dikenal sebagai tokoh pendidikan Bali.

“Almarhum Bapak Redha Gunawan, semasa hidupnya ingin sekali kampus ini punya guru besar sendiri. Astungkara hari ini terwujud,” kata Suarta di sela pengukuhan, seraya mengucap selamat kepada sejawatnya itu yang telah berhasil meraih gelar akademik tertinggi.

UPMI, lanjut Suarta, punya potensi besar menelurkan profesor-profesor baru mengingat banyaknya dosen yang memenuhi kriteria ke arah itu. Meski diakuinya, prosesnya tidak mudah. Capaian Arnawa diharapkan memotivasi dosen lain, baik yang sedang dan akan berproses.

“Saya tahu bagaimana beliau (Arnawa,red) berjuang. Tidak sedikit pun kedar. Terus maju pantang menyerah, yang hasilnya perjuangan itu menuai hasil yang luar biasa,” tuturnya.

Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, SH., MH., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas dikukuhkannya guru besar tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan usaha yang penuh suka duka, pahit getir, hingga cobaan dan lika-liku yang tidaklah mudah.

“Astungkara perjalanan berhasil dan tercapailah jabatan akademik tertinggi yang menjadi idam-idaman setiap insan dosen,” ujarnya.

Dikatakan, UPMI memiliki dosen bergelar doktor sebanyak 34 orang, sedangkan 11 dosen kini sedang menempuh pendidikan S3.

“Ini potensi besar untuk menghantarkan UPMI bersanding lebih terhormat lagi dengan perguruan tinggi lainnya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII Bapak Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., melalui perwakilannya berharap, tahun ini semakin banyak dosen yang meraih guru besar.

“Raihan guru besar ini saya harap menjadi tonggak baru restorasi profesor di UPMI, sehingga mampu lebih banyak dalam menghasilkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi yang sudah doktor saya harap segera mengusulkan untuk meraih guru besar,” pungkasnya.

Prof. Arnawa menjadi guru besar tetap bidang ilmu linguistik, profesor pertama di Kampus UPMI yang terletak di Jalan Seroja No.57, Tonja, Denpasar. Ia menyampaikan orasi ilmiah tentang inferensi kebenaran tindak ujar performatif.

Menurut dia, kemampuan berbahasa merupakan salah ciri pembeda manusia dengan makhluk lain. Keterampilan menginferensi atau menyimpulkan maksud tindak ujar performatif bertumpu pada dua hal pokok. Yakni kompetensi dan performansi.

“Kompetensi lebih pada upaya sadar penguasaan kaidah gramatikal yang memungkinkan seseorang dapat menggunakan bahasa,” jelas dia. W-009

 Save as PDF

Next Post

Gugat Syarat Capres ke MK, Jika Terkabul, PKN Gelar Konvensi Terbuka

Rab Jan 25 , 2023
PKN berharap upaya ini bisa menjadi pintu untuk putra putri Nusantara yang ingin mengabdikan dirinya menjadi pemimpin nasional.
PKN - MK

Berita Lainnya