DENPASAR-fajarbali.com | Sebagai upaya menjadi perguruan tinggi (PT) unggul, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali menggenjot berbagai capaian penting di bidang akademik. Salah satunya menambah jumlah dosen berkualifikasi profesor atau guru besar.
Pada Rabu (9/1/2026) Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H.,M.Hum., melantik dan mengukuhkan Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P.,M.Si., sebagai Guru Besar Tetap bidang Mikrobiologi, bertempat di Auditorium Redha Gunawan.
Menariknya, Prof. I Wayan Suanda alumni UPMI (dulu IKIP PGRI) Bali yang meraih profesor dalam rumpun ilmu Mikrobiologi Pertanian. Dengan demikian, total UPMI Bali kini memiliki lima guru besar.
Prof. Suarta menegaskan pengukuhan guru besar bukanlah sekadar seremoni akademik. melainkan peneguhan capaian intelektual, integritas moral, dan pengabdian panjang seorang ak ademisi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, serta nilai-nilai kemanu siaan.
"Profesor merupakan puncak pengakuan akademik yang mengandung tanggung jawab besar tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi bangsa dan peradaban," kata Rektor Suarta mengingatkan.
Dengan dikukuhkannya Prof. I Wayan Suanda, Rektor UPMI Bali Made Suarta merasa lega dan sukses apa yang dia rintis sebagai guru besar pertama di UPMI Bali pada 8 Juni 2023. Dia pun kembali melantunkan tem-bang' De Ngaden Awak Bisa" guna memberi motivasi bagai Suanda dan civitas akademika UPMI Bali terus berlajar hingga mencapai guru besar.
Dia menilai apa yang diraih Prof. I Wayan Suanda adalah buah dari ketekunan dalam riset, konsistensi dalam pub likasi ilmiah, dedikasi dalam pengajaran, serta pengabdian nyata kepada masyarakat. Dia berharap, pengukuhan ini sema-kin memperkuat peran profesor sebagai lokomotif keilmuan, teladan akademik, dan penjaga marwah perguruan tinggi.










