UPMI Bali Tuan Rumah Workshop Nasional Sevima, Libatkan 200 Perguruan Tinggi

Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali terus mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah event akbar.

 Save as PDF
(Last Updated On: 16/03/2023)

 

Workshop Nasional yang digelar Semiva di Kampus UPMI Bali, Denpasar, melibatkan 200 perguruan tinggi, Kamis (16/3).

 

DENPASAR – fajarbali.com | Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali terus mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah event akbar. Setelah sukses menjadi tuan rumah dalam kompetisi sains internasional yang melibatkan peserta dari 30 negara, pada Kamis (16/3), giliran UPMI menjamu ratusan pimpinan perguruan tinggi dan dosen dari perguruan tinggi se-Tanah Air.

Pertemuan yang dikemas dalam Workshop Nasional dan Bimtek Pelaporan Strategi Implementasi dan Pelaporan Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) itu, melibatkan 200 perguruan tinggi negeri/swasta, bertempat di Auditorium Redha Gunawan.

Penyelenggara workshop yakni PT Sentra Vidya Utama (Sevima). Sevima merupakan perusahaan konsultan dan pengembang teknologi informasi yang fokus pada pendidikan tinggi.

“Sevima tidak hanya memperhatikan kualitas layanan pengembangan sistem informasi untuk perguruan tinggi, tapi juga membantu perguruan tinggi dalam memahami regulasi yang ada dan memberikan solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas mutu kampus,” demikian dikatakan Andry,  Chief Marketing Officer Sevima di sela workshop.

Khusus workshop nasional di UPMI, kata Andry, menitikberatkan pada pelaporan strategi dan implementasi MBKM. Ia menambahkan, ada banyak sistem informasi akademik di perguruan tinggi, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, penelitian, dosen dan mahasiswa.

Saat ini, Andry mengkalim, Sevima memiliki 800 klien perguruan tinggi se Indonesia. “Dosen itu kan sangat sibuk, mulai mengajar, penelitian, pengabdian dan urusan administrasi. Jadi kehadiran kami di sini untuk membantu. Sehingga kami kumpulkan pimpinan dan operator sistem informasi di masing-masing perguruan tinggi,” katanya.

Pihaknya pun senantiasa berinovasi mencari cara untuk membantu perguruan tinggi yang mungkin masih kesulitan untuk memahami pelaporan PDDIKTI. Sevima, lanjut Andry, mengusung konsep kolaborasi dengan perguruan tinggi. Dalam setahun, setidaknya digelar tiga kali pertemuan dengan tempat berbeda-beda.

“Kalau kali ini kita sepakat memilih Bali sekalian kita jalan-jalan. Itu sesuai kesepakatan. Seperti waktu ini kita sepakat di Yogyakarta,” pungkas dia.

Banyaknya perguruan tinggi yang bertranformasi menjadi kamus digital, menurutnya, menjadi peluang dan tantangan tersendiri. Ini terjadi sejak pandemi Covid-19. Meski situasi sudah normal, namun kuliah dalam jaringan masih diminati.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UPMI Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Si., mengatakan, workshop ini merupakan implementasi kerja sama antara UPMI dengan Sevima. Hasil workshop ini, menurutnya sangat luar biasa memberikan tambahan wawasan bagi dosen/operator UPMI.

Rektor UPMI, Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum, memberikan sambutan.

Bak gayung bersambut, rektor meminta operator di kampus yang terkenal dengan sebutan Mahadewa University itu, agar benar-benar menyerap ilmu dari narasumber untuk mengejar ketertinggalan.

Setidaknya mempermudah pelaporan dalam “Siakad”. Siakad adalah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk menangani proses pengeloaan data akademik dan data terkait lainnya, sehingga seluruh proses kegiatan akademik dapat terkelola menjadi informasi yang bermanfaat dalam pengelolaan manajemen perguruan tinggi, pengambilan keputusan serta pelaporan di lingkungan perguruan tinggi

“Saya katakan kami tertinggal, karena sejak berubah status dari IKIP PGRI menjadi universitas tahun 2020, kami mengulang lagi. Seolah seperti lahir kembali. Peringkat juga jauh. Nah sekarang berangsur naik, rangking 200-an nasional, dan merangkak klaster madya,” kata Suarta didampingi Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, SH., MH., M.Pd.

Begitupun soal penyelenggaraan kegiatan, Suarta mengaku siap menjadi tuan rumah untuk setiap kegiatan karena fasilitas, sarana dan prasarana memang mendukung.

Dengan mengelola Fakultas Teknik dan Informatika, terdiri dari Program Studi Teknik Informatika (S1) dan

Program Studi Sistem Informasi (S1), Suarta optimis sivitasnya dengan cepat menyerap ilmu dari narasumber kemudian mengaplikasikannya. (Gde)

 

 Save as PDF

Next Post

Rektor Unwar Baru, Unwar Genjot Lima Program Prioritas

Kam Mar 16 , 2023
Sebelum terpilih menjadi rektor, Prof. Pandit pernah menjabat sebagai Wakil Dekan di Fakultas Pertanian Unwar, Dekan Fakultas Pertanian, Direktur Program Pascasarjana Unwar, dan Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unwar.
CEFADF96-A754-431E-967C-EA6A24DB2931

Berita Lainnya