Kisah Wiguna, Local Guide Tunanetra-Tuli, Dorong Google Maps Lebih Ramah Disabilitas di MUN5 Bali

IMG-20260930-WA0031
Wiguna Mahayasa (berdir-tengah), penyandang disabilitas ganda tunanetra dan tuli, berbicara di MUN5. ist

Wiguna mendorong agar informasi aksesibilitas di Google Maps ke depannya dapat dipetakan lebih rinci berdasarkan kategori disabilitas. 

Untuk disabilitas fisik, informasi yang relevan mencakup ketersediaan ramp dengan kemiringan yang aman, lebar pintu masuk yang cukup lega, toilet dengan pegangan rambat dan ruang gerak memadai, serta area parkir khusus. 

Untuk disabilitas pendengaran, informasi yang dapat ditambahkan misalnya ketersediaan juru bahasa isyarat di suatu tempat atau layanan, serta papan atau layar informasi tertulis yang dapat dibaca sebagai pengganti pengumuman suara. 

Untuk disabilitas penglihatan, informasi penting yang masih jarang ditemukan antara lain ketersediaan guiding block, informasi suara atau audio di tempat tersebut, serta ada tidaknya pendamping khusus yang disediakan pengelola tempat.

Sementara untuk disabilitas perkembangan seperti autisme, informasi yang dibutuhkan misalnya ketersediaan ruang tenang atau quiet room yang dapat digunakan saat pengunjung membutuhkan waktu menenangkan diri dari stimulasi berlebih.

Ia berharap Google Maps ke depannya dapat semakin melengkapi informasi aksesibilitas lintas kategori disabilitas tersebut, tidak hanya berhenti pada akses fisik yang menurutnya sudah relatif sering ditemukan. 

Ia juga berharap adanya peningkatan kompatibilitas Google Maps dengan pembaca layar, termasuk integrasi yang lebih baik dengan moda transportasi umum, mengingat banyak penyandang disabilitas turut mengandalkan transportasi umum dalam mobilitas sehari-hari.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top