Kadisbud Apresiasi Masukan dari KAWIYA dan PWI Bali sebagai Refleksi Penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali

IMG-20260730-WA0012
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali IB Alit Suryana menerima 11 klaster rekomendasi strategis dari Komunitas Wartawan dan Penulis Budaya (KAWIYA) Bali bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali, Kamis (30/7).

Di bidang publikasi, rekomendasi menyoroti pentingnya peningkatan kualitas jurnalisme budaya. Pemerintah diusulkan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik budaya bagi wartawan sebelum PKB, membangun ruang ulasan dan kritik seni secara digital, memperbaiki nilai kerja sama publikasi dengan media massa, hingga memasukkan komponen dokumentasi dan peliputan media ke dalam payung hukum PKB agar memiliki kepastian anggaran.

Untuk memperkuat pembiayaan pelestarian budaya, forum juga mengusulkan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) secara lebih terstruktur serta mengkaji penggunaan sebagian dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) guna mendukung program pelestarian budaya secara transparan dan akuntabel.

Memasuki persiapan PKB Emas 2029, KAWIYA dan PWI menilai relokasi penyelenggaraan ke Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung harus dipersiapkan secara matang, mulai dari kesiapan infrastruktur, mitigasi kebencanaan, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Persoalan klasik seperti parkir, harga kuliner, serta kenyamanan pengunjung juga diminta segera dibenahi.

Forum bahkan mengusulkan agar perayaan PKB Emas melibatkan kelompok seni internasional bereputasi serta menghadirkan kembali karya-karya ikonik PKB masa lalu sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
Suryadi menegaskan bahwa sebelas klaster rekomendasi tersebut merupakan hasil pemikiran bersama para seniman, budayawan, akademisi, birokrat, wartawan, dan masyarakat adat. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top