Semua karya tersebut lahir melalui proses panjang yang alami, berangkat dari pengalaman luar biasa, dan tetap berakar kuat pada tradisi. Pola-pola kekinian dikembangkan tanpa mengubah esensi nilai tradisionalnya. Tradisi merupakan akar jiwa dan raga Lasmawan—sebuah kecintaan yang tak pernah pudar terhadap kesenian Bali.
Sebagai warga negara Indonesia, kita patut berbangga atas pencapaian seniman besar Bali ini. Bayangkan, 35 tahun menebarkan kesenian Bali di Amerika Serikat merupakan puncak prestasi budaya yang layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya.
Penghargaan tersebut akhirnya datang melalui ISI Surakarta, yang menganugerahkan Adiberata Nugraha Krisna Sanggita pada 15 Juli 2025, atas jasanya dalam mendiseminasikan karawitan Jawa-Bali di San Diego State University (1990–1992) dan Colorado College (1992–2025).
Langkah budaya I Made Lasmawan menjadi pemantik bagi generasi muda untuk mengadopsi semangat progresif dalam menjunjung tinggi kesenian tradisional Bali di kancah dunia. Jangan lupa—mari kita dukung dan apresiasi sepenuh hati sepak terjang beliau.
Oleh: Made Agus Wardana alias Ciaaattt










