I Made Lasmawan: Seniman Bali yang Terlupakan!

u10-IMG-20251214-WA0005
Ciaaattt, sedang 'megambel' tour di Amerika Serikat. 

Ia kemudian berguru kepada maestro kendang Bali asal Jagaraga, I Gde Manik, yang menempa Lasmawan menjadi pemain kendang andal.

Belajar langsung dari I Gde Manik merupakan kehormatan besar. Ia diasah secara intelektual, diasih dalam sikap dan kepribadian, serta diasuh melalui motif-motif kekendangan yang kuat. Dari sinilah Lasmawan tumbuh menjadi seniman sejati, khususnya dalam dunia karawitan Bali.

Selain itu, ia juga menimba ilmu dari tokoh-tokoh besar lainnya seperti I Wayan Berata, Gerindem, Tembres, dan Gusti Tut Sedahan.

Kesungguhan menuntut ilmu di ASKI Surakarta membuahkan hasil. Lasmawan meraih gelar Sarjana Seni Karawitan dan langsung dipercaya menjadi staf pengajar di kampus tersebut. Pada tahun 1990, sebuah kesempatan emas datang—ibarat pepatah “pucuk dicinta ulam tiba”. Ia terpilih menjadi pengajar di San Diego State University, Amerika Serikat.

Untuk pertama kalinya, Lasmawan menginjakkan kaki di San Diego dan selama dua tahun menebarkan gamelan Bali dan Jawa. Cuaca ekstrem, dari udara dingin hingga panas menyengat khas California, tidak menyurutkan langkahnya. Di sanalah ia membangun komunitas gamelan perdana bernama Langen Kusuma.

Pengalaman merantau sejak di Surakarta membuatnya terbiasa hidup jauh dari Bali. Langkah berikutnya, ia diangkat menjadi pengajar tetap di Colorado College, sebuah perguruan tinggi seni swasta ternama di Colorado Springs.

Di kampus ini, Lasmawan mengajarkan seni budaya Indonesia—khususnya Bali—baik secara teori maupun praktik, dengan fokus pada gamelan angklung.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top