Gubuknya Beratap Alang-alang, Mohon Bantuan Bedah Rumah

BANGI-fajarbali.com | I Kadek Ardika (27), warga Banjar Pulu, Desa Songan A, Kintamani, Bangli ini tergolong keluarga miskin. Ia dilahirkan oleh keluarga miskin, sehingga orang tuanya tidak  mampu membekali dirinya dengan pendidikan yang memadai,  dan tak mampu mengaktualisasikan diri.



Ia tidak mendapatkan warisan berupa lahan (tanah) untuk digarap, tetapi gubuk sederhana berukuran 3×4 meter berdinding gedek dan beratap alang-alang. Lantainya lembab. Kondisi rumahnya jauh dari katagori layak huni. Dengan kondisi rumah yang ada, angin dan air hujan pun menerjang, menggangu tidur keluarganya.



Ditemui di rumahnya, beberapa minggu lalu, Kadek Ardika menuturkan kalau dirinya tidak punya pekerjaan tetap. Dia dan istrinya sebatas jadi buruh serabutan, kadang dapat kerja kadang tidak. Hasilnya tak lebih hanya untuk isi perut dan kebutuhan-kebutuhan yang mendesak lainnya.

Dia mengaku tak mampu membangun rumah layak huni. Terpaksa ia menempati gubuk beratap alang-alang, berdinding gedek dengan lantai yang lembab.

“Ini pun rumah warisan orang tua,” ujarnya sembari mengatakan kalau air bersih masih minta kepada kerabatnya, dan listrik masih nempel tetangganya.

Berat memang beban Ardika, selaku orang yang baru memasuki tahap berumah tangga yang kurang berbekel pendidikan serta keterampilan. Ayah satu orang anak ini bukan hanya mengurusi anaknya yang diberi nama I Made Candra Winata, tetapi dia juga terbebani dengan keadaan kedua orang tuanya yang sakit-sakitan. Dikatakan, ibunya Jero Sayang terserang TBC, sakit mata dan gondok. Ayahnya juga sakit-sakitan.




“Kedua orang tua tiyang (saya) sakit-sakitan, sangat berat hidup tiange,” sesal Ardika diamini tetangganya, kepada wartawan yang mengunjunginya. Dijelaskan kalau orang tuanya memang miskin dan sudah masuk daftar rumah tangga miskin.

Dia sudah masuk KK miskin, dan dirinya mengakui  telah menerima jatah beras sejahtera (rastra). Hanya saja usulan bedah rumah kepada pihak desa hingga kini tak jelas, entah dimana mentoknya.

“Sudah saya usulkan bedah rumah tapi tak kunjung mendapat bantuan bedah rumah,” ujarnya sembari menunjukkan surat keterangan miskinnya dari kepala dusun (Kadus) setempat. (sum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kunjungi Pengerajin Gamelan, Koster Tegaskan Perlunya Hak Paten

Kam Mar 8 , 2018
SEMARAPURA-fajarbali.com | Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster mengunjungi sentra industri kerajinan gamelan di Jalan Raya Gong Gede, Banjar Tihingan, Desa Tihingan, Kabupaten Klungkung.