GAMAS: Dari Pencari Nafkah Menjadi Pengasuh, Saatnya Mengembalikan Ayah ke Ruang Tumbuh Anak

IMG-20260718-WA0015
[ilustrasi]-Seorang ayah mengantar buah hatinya ke sekolah. ist

Membangun Indonesia Emas Dimulai dari Rumah

Indonesia menargetkan terwujudnya Generasi Emas 2045. Kita berbicara tentang bonus demografi, pendidikan berkualitas, layanan kesehatan, transformasi digital, hingga daya saing global. Namun, semua cita-cita tersebut memiliki titik awal yang sama: keluarga.

Sekolah dapat mengajarkan ilmu pengetahuan. Negara dapat membangun fasilitas pendidikan. Guru dapat membimbing murid di ruang kelas.

Tetapi, rasa aman, kasih sayang, empati, dan karakter pertama kali dipelajari anak di rumah.

Karena itu, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah bukan sekadar agenda seremonial. Gerakan ini menjadi simbol perubahan cara kita memandang peran seorang ayah: dari sosok yang selama ini lebih dikenal sebagai pencari nafkah menjadi pribadi yang juga hadir sebagai pengasuh, pendidik, dan teman bertumbuh bagi anak-anaknya.

Mungkin seorang ayah tidak selalu dapat mengantar anak ke sekolah setiap hari. Namun, setiap ayah selalu memiliki kesempatan untuk hadir.

Sebab, pada akhirnya, anak-anak tidak akan mengingat berapa lama orang tuanya bekerja. Mereka akan mengingat siapa yang meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, menggenggam tangan mereka saat gugup, dan membuat mereka merasa dicintai. Dan, sering kali, semua itu berawal dari sebuah perjalanan singkat menuju sekolah. 

Penulis: Ari Listiani.

 

 

 

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top