Dukung Pertanian Organik, Permodalan BRI Bawa Petani Paprika Tembus Pasar Premium 

IMG-20260414-WA0071
Made Sandi, petani asal Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan. (ist)

TABANAN-fajarbali.com| Dukungan permodalan dari sektor perbankan dinilai menjadi faktor kunci dalam mendorong pengembangan pertanian organik bernilai tinggi, termasuk komoditas paprika. Skema pembiayaan yang lebih inklusif membuka peluang bagi petani untuk berinovasi dan meningkatkan skala usaha, seperti yang dilakukan Made Sandi, petani asal Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Sandi menjadi contoh bagaimana akses pembiayaan dan keberanian berinovasi mampu mengubah pola pertanian konvensional menjadi usaha hortikultura premium. Ia mengembangkan paprika jenis dutch berbasis organik, yang kini telah menembus pasar perhotelan.

“Awalnya memang terkendala biaya, terutama untuk bibit yang harganya cukup mahal. Tapi kami coba cari cara supaya bisa efisien, yaitu dengan mengembangkan bibit sendiri,” ujarnya saat ditemui, Selasa (14/4/2026).

Selama empat tahun terakhir, Sandi membangun budidaya paprika berbasis greenhouse di lahan seluas sekitar 2,5 are. Dengan total sekitar 860 pot atau setara 1.600 tanaman, ia kini mampu memproduksi paprika secara konsisten dengan sistem panen harian.

Dalam satu kali panen, produksi mencapai 20 hingga 40 kilogram, bahkan bisa menyentuh 100 kilogram jika dilakukan panen menyeluruh sesuai permintaan pasar. Masa produksi berlangsung hingga delapan bulan dalam satu periode tanam.

Untuk menjaga kualitas dan efisiensi, Sandi juga menerapkan teknologi smart farming, mulai dari pengaturan nutrisi hingga sistem penyiraman otomatis. Hasilnya, paprika yang dihasilkan masuk kategori premium dengan harga jual tinggi, yakni paprika merah hingga Rp150 ribu per kilogram, hijau Rp125 ribu, dan kuning sempat menembus Rp200 ribu per kilogram.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top