Dihadiri Dua Wamen, Marwah PKB Tetap Bersinar 

IMG-20260614-WA0029
Gubernur Bali Wayan Koster nepak kulkul, melepas Peed Aya pembuka PKB 48, Sabtu (13/6/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi dimulai dengan pelaksanaan Peed Aya atau pawai budaya yang dilepas langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (13/6/2026).

Pelepasan peserta ditandai dengan prosesi nepak kulkul oleh Gubernur Koster. Suasana pembukaan semakin semarak dengan dentuman Gong Gde, Semara Pegulingan, dan Mahamredangga Kalpa, sebuah garapan kolaboratif Komunitas Seni Usadhi Langu bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Meski Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya diharapkan hadir tidak dapat memenuhi agenda tersebut, pelaksanaan PKB tetap berlangsung meriah dan khidmat. Pemerintah pusat diwakili Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati serta Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Peed Aya menjadi penanda dimulainya rangkaian PKB XLVIII 2026 sebelum pembukaan resmi yang digelar pada malam hari di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali.

Sebanyak 10 peserta ambil bagian dalam pawai budaya tahun ini, terdiri atas ISI Bali dan sembilan kabupaten/kota se-Bali. Penampilan diawali oleh Mahamredangga Kalpa yang mengiringi Tari Siwanataraja sebagai simbol PKB. Selanjutnya peserta tampil berurutan mulai dari Kabupaten Karangasem, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, Tabanan, Gianyar, Badung, hingga ditutup Kota Denpasar.

Pawai dimulai pukul 14.00 Wita dengan rute mengelilingi kawasan Renon mengikuti konsep purwa daksina atau bergerak searah jarum jam. Peserta mengambil titik awal di simpang Jalan Ir. H. Juanda–Jalan Raya Puputan dan berakhir di depan Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Bali.

Ketua Panitia PKB XLVIII 2026 yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengatakan tema PKB tahun ini adalah “Atma Kerthi: Jiwa Siddha Parishudha”. Tema tersebut mengandung makna penyucian jiwa dan penguatan kesadaran diri sebagai landasan membangun kehidupan yang harmonis.

BACA JUGA:  Gubernur Ingin Aksara Bali Tampil di Semua Ruang

Menurutnya, tema tersebut mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai warisan leluhur Bali, seperti gotong royong, saling menghormati, serta menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

Selain itu, masyarakat juga diajak meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam Bali.

Melalui tema tersebut, PKB XLVIII 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga ruang penguatan identitas budaya Bali sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top