Terkait gugatan penguasaan paspor yang dilayangkan ke PN Denpasar oleh Unun, Samuel membeber kronologi kejadian. Awalnya, setelah gereja megetahui Unun mengambil uang gereja untuk kepentingan pergi ke luar negeri, pihaknya meminta menunjukkan paspor.
Saat ini, kata Samuel, Unun membawa paspor dan dicocokan dengan pernyataannya.” Ternyata benar, yang bersangkutan mengambil uang gereja sedikit demi sedikit kemudian menukarkan ke money changer untuk dipakai ke luar negeri. Dia ke luar negeri meninggalkan Indonesia pada 3 November 2018 dan baru kembali pada 14 November 2018,” bebernya.
Hal itu terungkap setelah pengurus gereja memergoki sejumlah foto di Instragram Unun.
"Dia ke Thailand, Malaysia, dan Singapura. Dia akui pakai uang gereja. Dan membuat surat penyataan sendiri. Kami meminta membawa paspor ke gereja untuk difotokopi untuk kepentingan arsip, bukan menahan. Dia yang tidak mau mengambil, padahal sudah dihubungi kepala gereja. Bagi kami tak ada guna, ngapain kami menahan paspornya,” tegas Samuel.
Menurut Samuel, sampai suatu ketika pihak Unun mengirim somasi dan pihak gereja sudah menjawab. “Kami sudah mempersilahkan untuk mengambil. Namun, yang bersangkutan tidak datang juga,” tandasnya.
Terkait Dumas soal dugaan pemerasan kas gereja yang berubah, Fredrik Billy menambahkan selisih kas gereja itu terkait dengan audit internal. “ Ada modusnya saat pegambilan uang yang dilakukan saudara Unun,” kata Billy.
Billy mengatakan, Unun awalnya bertugas di bagian pembukuan sebelum akhirnya dipindahkan ke kasir tahun 2018.










