Ciptakan Lingkungan Sehat, Dosen Polkesden Latih Warga Buat Perangkap Lalat

(Last Updated On: )

KESEHATAN LINGKUNGAN-Dosen pengabdi dari Jurusan Kesehatan Lingkungan Polkesden memberi pelatihan membuat perangkap lalat di Desa Sakti, Nusa Penida, Klungkung.

 

SEMARAPURA – fajarbali.com | Empat orang dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar (Polkesden), terdiri dari Mochammad Choirul Hadi, SKM, M.Kes, sebagai Pengabdi Utama, dan anggota I Nyoman Sujaya, SKM, MPH, Dr. I Wayan Sudiadnyana, dan Nengah Notes, SKM, M.Si., melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Dibantu tiga mahasiswa, PkM di Desa Sakti ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan cara mengendalikan lalat.

Diketahui, lalat merupakan serangga penyebab sejumlah penyakit karena sifatnya yang suka hinggap di tempat-tempat kotor, lalu menghinggapi makanan.

Perangkap lalat menggunakan bahan-bahan yang ada sekirar rumah penduduk, salah satunya botol bekas kemasan air mineral. “Desainnya kami sesuaikan agar lalat mudah masuk, tapi tidak bisa keluar sehingga mati di dalam botol. Teorinya lalat akan terbang ke atas setelah makan atau istirahat,” kata Choirul Hadi di lokasi PkM belum lama ini.

Untuk menarik agar lalat mau masuk ke dalam perangkap, menurutnya, digunakan umpan berupa larutan gula, methy eugenol atau jeroan ayam. Peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur, mulai dari guru, kepala SD, Pamong Desa, Pengelola BUMDes dan masyarakat yang bermukim di sekitar Kantor Desa Sakti. Sebanyak 25 perangkap berhasil dibuat dalam sehari pada 16 Juni 2023 lalu.

Selain perangkap lalat, kepada peserta pelatihan juga diberikan umpan (attractant) berupa methyl eugenol dan beberapa perlengkapan untuk mengaplikasikannya.

Hasil evaluasi di akhir waktu pelatihan terhadap pengetahuan peserta diperoleh hasil memuaskan, karena 100% peserta berhasil menjawab dengan benar semua pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelatihan saat post test dibandingkan dengan saat pre test yang capaiannya pada kisaran 40-60%.

“Evaluasi berikutnya akan dilakukan dua minggu setelah pelatihan dilakukan guna mengetahui tingkat kesungguhan dan keberhasilan peserta untuk menerapkan hasil pelatihan yang mereka peroleh,” kata Choirul Hadi sembari menyebut PkM adalah implementasi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi. (Gde)

Next Post

Adira Finance Ajak Ekosistem di Bali Gathering Bersama

Sen Jun 26 , 2023
(Last Updated On: ) PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. (Adira Finance) ajak  Ekosistem di Bali Gathering besama sembari nonton siaran langsung perlombaan balap motor dari Sirkuit Assen, Belanda yang berlokasi di Two Fat Monks (25/6). DENPASAR – fajarbali.com | PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. (Adira Finance) bersama Ekosistem Perusahaan yang terdiri […]

Berita Lainnya