Cemburu, Keponakan Tebas Paman di Jalan

NEGARA-fajarbali.com | Suasana jadi geger, ketika Syahri (66) warga Banjar Munduk Desa Pohsanten Kecamatan Mendoyo, berlumuran darah di jalan umum dekat pasar di Lingkungan Baler Bale Agung Kelurahan Tegalcangkring Mendoyo, sekitar pukul 10.15  wita, Selasa (19/2/2018).



Syahri mengalami luka robek di wajah dan kedua lengannya tersebut lantaran ditebas dengan sabit oleh Ida Bagus PSB (42) warga Lingkungan Baler Bale Agung Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo.  Pelaku ternyata masih keponakan dari istri korban.

Informasi yang diperoleh, korban saat itu sedang mengendarai sepeda motor melintas di jalan dekat Pasar Tegalcangkring. Saat itu, pelaku ada di jalan itu dengan membawa sabit hendak mencari daun. Pelaku yang bertemu dengan korban, dan mempunyai permasalahan sebelumnya.

Tanpa basa basi pelaku  langsung menyerang dan menebaskan sabitnya ke arah wajah korban yang sedang berada di atas sepeda motor. Korban sempat menangkis, hingga mengalami luka robek di kedua tangan dan di wajah. Usai menebas pamannya, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Mendoyo. Sedangkan korban dilarikan ke RSU Negara. Kini korban masih dirawat di RSU Negara, untuk mendapatkan perawatan intensif pada tujuh luka robeknya di wajah dan lengannya.



Kapolsek Mendoyo, Kompol Gusti Agung Sukasana ditemui saat berada di RSU Negara Senin (19/2/2018) membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. Korban yang sehari-hari berjualan nasi itu, kini masih dirawat di RSU Negara.

Sementara dari keterangan pelaku saat dimintai keterangan, Kapolsek mengatakan kasus ini bermula dari permasalahan beberapa bulan yang lalu. “Dari pengakuan pelaku, bahwa istrinya diduga berselingkuh dengan korban,” ujarnya. Pelaku dijerat pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun. Kini  pelaku masih diperiksa dan diamankan di Polsek Mendoyo beserta barang bukti berupa sabit.




Syahri (korban) yang ditemui di Sal D RSU Negara, kondisinya masih lemah dan luka di bagian pipi, dekat rahang dan luka di lengannya dibungkus perban. Lukanya sudah mendapatkan jahitan dan masih dilakukan perawatan lebih intensif, karena lukanya cukup panjang terutama yang parah pada lengannya. “Saya baru habis jualan bawa motor dan dia ada saat mellintas lalu menyerang saya pakai sabit ke arah wajah. Saya sempat menangkis tapi tak melawan,” ujarnya. Dia mengaku ada ada persoalan dengan pelaku. (prm)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kecamatan Blahbatuh Gianyar Gelar Porsenijar

Sel Feb 20 , 2018
GIANYAR-fajarbali..com | Pekan Olah Raga dan Seni Pelajar (Persenijar) Kecamatan Blahbatuh Gianyar  dibuka secara resmi oleh Camat Blahbatuh, I Ketut Narayana di Lapangan Astina Jaya, Blahbatuh, Selasa, (20/2/2018).  Save as PDF

Berita Lainnya