Boreh Jangkep Wangi Punya “Segudang” Manfaat bagi Ibu Hamil

IMG-20260511-WA0056
Dr. Bdn. Ni Nyoman Budiani, S.Si.T., M. Biomed.

DENPASAR-fajarbali.com | Di tengah perkembangan dunia medis, ternyata boreh khas Bali masih relevan sebagai terapi komplementer khususnya bagi ibu hamil dengan tujuan mengurangi ketidaknyamanan pada punggung selama masa kehamilan. 

Hal itu diungkapkan Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Denpasar Dr. Bdn. Ni Nyoman Budiani, S.Si.T., M. Biomed., dalam orasi ilmiah rangkaian Dies Natalis ke-25 Poltekkes Kemenkes Denpasar tahun 2026, belum lama ini.

Budiani yang juga Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali itu, menjelaskan, ketidaknyamanan nyeri punggung pada pada trimester II sebesar 53% dan trimester III meningkat menjadi 64,4%. 

Trimester pada kehamilan adalah pembagian periode kehamilan menjadi tiga tahap, masing-masing berlangsung sekitar 13-14 minggu. Secara total berjumlah 40 Minggu. Ini digunakan untuk memantau perkembangan janin dan perubahan fisik serta emosional ibu.

Lanjut Budiani, nyeri punggun berdampak pada penurunan kualitas hidup ibu hamil, tidak mampu berjalan lebih dari 100 yard (91,44 m), tidak mampu mengangkat benda,, tidak mampu duduk lebih dari 10 menit, gangguan tidur, gangguan seksual, dan terganggu dalam kegiatan sosial.

Ia pun menyodorkan alternatif terapi boreh anget dengan komposisi: cengkeh, pala, kencur, kunyit, jahe, kulit kayu/babakan, cabai bun/cabai Jawa/cabai puyang. Komponen: bunga cengkeh, buah pala, rimpang jahe, daun pandan wangi, beras putih masing-masing dibuat simplisia.

Formulasi: bunga cengkeh 10 gram, buah pala 10 gram, jahe 50 gram, daun pandan wangi 50 gram, dan beras 100 gram. Perbandingan campuran 1 gram simplisia boreh berbanding 6 ml air putih bersih diaduk rata (mirip pasta).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top