DENPASAR-fajarbali.com | Di tengah ratusan kontributor yang memadati Meet Up Nusantara (MUN) 5 Bali, satu sosok tampil dengan cerita yang berbeda.
Wiguna Mahayasa, 26 tahun, penyandang disabilitas ganda tunanetra dan tuli, hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai suara yang mengingatkan bahwa peta digital sebesar Google Maps masih punya ruang besar untuk menjadi lebih ramah bagi semua jenis disabilitas.
MUN5 sendiri merupakan pertemuan tahunan komunitas Google Maps Local Guides Indonesia yang digelar di Bali pada 25 hingga 27 September 2026, diselenggarakan oleh Bali Local Guides dan mempertemukan ratusan kontributor dari berbagai daerah untuk berjejaring sekaligus memperkuat kontribusi informasi lokasi di Google Maps.
Acara ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Meet Up Nusantara yang pertama kali digelar di Kota Batu pada 2017, sebelum berlanjut di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya, dengan Semarang telah ditetapkan sebagai tuan rumah MUN6 tahun depan.
Wiguna telah bergabung dengan Bali Local Guides sejak 2018, namun baru berkesempatan mengikuti Meet Up Nusantara secara langsung pada tahun ini.
Ia mengaku sempat menahan diri berinteraksi dengan banyak orang selama bertahun-tahun akibat trauma dari pengalaman sulit terkait hambatan pendengarannya. Kepercayaan dirinya tumbuh kembali setelah mendapatkan alat bantu dengar, yang akhirnya mendorongnya melangkah mantap mengikuti MUN5 Bali dengan penuh semangat.
Selama acara berlangsung, Wiguna mengapresiasi pelayanan panitia yang menyediakan pendamping sukarelawan sejak awal hingga akhir kegiatan.










