“Sangkepan Bape Cager”, Perkuat Peran Ayah, Wujudkan Keluarga Harmonis di Era Digital

IMG-20260918-WA0015
Webinar Series Ayah Teladan “Sangkepan Bape Cager” Edisi I secara daring melalui Zoom, Jumat (18/9/2026). ist

DENPASAR-fajarbali.com | Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali menyelenggarakan Webinar Series Ayah Teladan “Sangkepan Bape Cager” Edisi I secara daring melalui Zoom, Jumat (18/9/2026), sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendampingan, pendidikan, serta perlindungan anak dan remaja di tengah tantangan era digital.

Kegiatan ini diikuti oleh OPD KB Provinsi Bali dan masyarakat umum melalui kanal YouTube Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS, saat membuka kegiatan menekankan bahwa kehadiran ayah dalam keluarga tidak hanya ditunjukkan melalui kehadiran fisik, tetapi juga melalui keterlibatan emosional dalam kehidupan anak.

“Saat ini kami di Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang tentunya mendorong para ayah untuk hadir, baik secara fisik maupun psikis, dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan, dan pendampingan anak,” jelas Luhde, sapaannya.

Ketua Tim Kerja Pembangunan Keluarga, I Made Billy Udyana Sudibya, menjelaskan bahwa Sangkepan Bape Cager yang berarti perkumpulan ayah handal merupakan wadah untuk meningkatkan keterlibatan aktif ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak serta pendampingan remaja dan praremaja.

“Kita tidak sedang mencari ayah yang sempurna, melainkan mencari ayah yang hadir,” ungkap Billy.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak.

Peserta juga mendapatkan pemahaman bahwa fenomena fatherless tidak hanya berkaitan dengan ketidakhadiran ayah secara fisik, tetapi juga minimnya keterlibatan emosional ayah dalam kehidupan anak.

Kegiatan ini turut menjadi ruang berbagi pengalaman bagi komunitas Ayah Teladan, salah satunya melalui Kepala Bidang Penataan dan Kerjasama Desa DPMDPPKB Kabupaten Buleleng, I Rai Gede Arisudan, yang juga hadir sebagai narasumber turut berbagi pengalaman dalam membangun pola pengasuhan yang lebih aktif, dekat, dan responsif terhadap kebutuhan anak.

BACA JUGA:  Mencuci Tangan yang Benar, Lagkah Paling Sederhana Cegah Diare 

Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tantangan pengasuhan di era digital melalui materi “Menjadi Ayah yang Hadir di Era Digital” yang disampaikan oleh Tasya Yumika, Kepala Cabang Yayasan Psikolog Pradnyagama.

Para ayah didorong untuk mendampingi anak dalam penggunaan gawai, mengawasi konten yang diakses, membimbing pemanfaatan teknologi secara positif, serta menjadi teladan dalam penggunaan gawai ketika bersama keluarga.

Penguatan komunitas Ayah Teladan juga terus dilakukan, termasuk melalui komunitas yang telah terbentuk di Desa Awan, Kabupaten Bangli, dan Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng.

Kegiatan "Sangkepan Bape Cager" menjadi bagian dari upaya Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam keluarga.

Kehadiran ayah diharapkan tidak hanya diwujudkan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pengasuh, sahabat, pendamping, dan teladan bagi anak, sehingga dapat mendukung terwujudnya keluarga yang harmonis, sehat, berkualitas, dan tangguh. Ayah hadir, anak bertumbuh, keluarga tangguh, Bali kuat, Indonesia hebat. [gde]

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top