Mencuci Tangan yang Benar, Lagkah Paling Sederhana Cegah Diare 

IMG-20260802-WA0008
Pelatihan dan pendampingan "Model Edukasi Cara Mencuci Tangan yang Benar terhadap Upaya Pencegahan Diare di Kelurahan Cempaga Kabupaten Bangli" yang menyasar ibu-ibu PKK Banjar Pakuwon.

BANGLI-fajarbali.com | Diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan masih menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia, terutama pada balita. 

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan di Kota/Kabupaten Bangli, karena angka kejadiannya masih cukup tinggi. Serangan penyakit diare yang bersifat akut mendorong pasiennya untuk segera mencari pengobatan ke pelayanan kesehatan. 

Mencuci tangan pakai sabun saat ini sudah merupakan program mengkampanyekan cara mencuci tangan yang benar dan bekerja sama dengan pihak pemerintah serta swasta dan sebagai upaya menurunkan tingkat kematian balita akibat diare dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.

Untuk mencegah terjadinya diare pada balita, Poltekkes Kemenkes Denpasar melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan lokasi kegiatan banjar Pekuwon, Kelurahan Cempaga Kecamatan/Kabupaten Bangli. 

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dikordinir oleh Ida Erni Sipahutar, S.Kep., Ners, M.Kep dengan anggota tim kegiatan Ni Nyoman Hartati, S.Kep,Ns, M.Kes dan Ns Luh Gede Ari Kresna, S.Kep, M.Kep serta dibantu oleh 3 orang mahasiswa jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar. 

Pengabdian kepada masyarakat dilakukan Mei dan Juli 2026 dengan sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK di Banjar Pekuwon Kelurahan Cempaga, Bangli, mengusung tema "Model Edukasi Cara Mencuci Tangan yang Benar terhadap Upaya Pencegahan Diare di Kelurahan Cempaga Kabupaten Bangli". 

Ida Erni Sipahutar, menjelaskan, kegiatan ini menyasar 45 orang anggota PKK Banjar Pekuwon. Proses pengabdian telah dilaksanakan sejak Maret sampai dengan Oktober 2026 sampai proses evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. 

Menurutnya, Klian dan masyarakat Banjar Pekuwon menyambut baik kegiatan ini, sebab informasi yang diperoleh dapat diteruskan kepada anggota keluarga di rumah, kemudian digetok-tularkan ke semua lapisan masyarakat.

"Anggota PKK yang ikut ini sebagai agen perubahan yang akan menyebar informasi setelah pelatihan. Harapannya semua lapisan masyarakat dapat melakukan cara mencuci tangan yang benar dan aktif mencuci tangan setelah selesai melakukan kegiatan," kata Ida Herni Sipahutar.

BACA JUGA:  Buka Rakor GTRA Provinsi Bali, Menteri Nusron Ingatkan Kepala Daerah Prioritaskan Masyarakat Miskin sebagai Subjek TORA

Kegiatan diawali dengan pemberian kuesioner kepada anggota PKK tentang pengetahuan diare dan cara mencuci tangan yang benar. Kemudian dilakukan persentasi terkait isi modul dan mendemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar. Dilanjutkan proses diskusi tanya jawab.

Ia menuturkan, sasaran kegiatan antusias menyimak dan bertanya terkait diare dan cara mencuci tangan yang benar. Kemudian setelah selesai diskusi tanya jawab dilakukan kembali pengisian kuesioner oleh ibu-ibu PKK banjar Pekuwon. 

Diharapkan juga ibu-ibu PKK sebagai mitra sasaran aktif mendemonstrsaikan cara mencuci tangan yang benar ketika kegiatan ibu-ibu PKK setiap awal bulan. Langkah ini sebagai upaya evaluasi dari pelatihan. 

Apresiasi juga datang dari Lurah Cempaga. Lurah menginginkan agar Poltekkes Kemenkes Denpasar terus bekerjasama dengan Kelurahan Cempaga untuk memberikan informasi terkait Pendidikan kesehatan agar masyarakat Kelurahan Cempaga memiliki pengetahuan yang luas tentang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan anggota keluarganya. 

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Denpasar berlangsung selama 3 tahun mulai tahunm 2026 sampai dengan 2029, untuk memberikan informasi tentang Kesehatan kepada masyarakat Kelurahan Cempaga Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli. [rel]

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top