Yayasan AHM Antarkan Masyarakat Kemalang Klaten Berkembang dengan Ekowisata Kalitalang dan Program Desa Sejahtera Astra

2026-08-04-at-22.21.41
Peresmian Gerbang Ekowisata Kalitalang merupakan bagian komitmen Yayasan AHM dalam melanjutkan pengembangan desa. (Yayasan AHM)

JAKARTA-fajarbali.com | Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) siap mengantarkan masyarakat Kemalang Klaten mengembangkan diri mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan program ekowisata menyusul diresmikannya Gerbang Ekowisata Kalitalang, Balerante, Klaten.

Peresmian Gerbang Ekowisata Kalitalang ini merupakan bagian komitmen Yayasan AHM dalam melanjutkan pengembangan desa yang telah dimulai sejak November 2025 melalui program KKN Tematik Satu Hati bersama Universitas Gajah Mada dan pemerintah wilayah setempat. Hadir dalam peresmian ini Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. dan Bupati Klaten Hemanang Wajar Ismoyo, S.I.Kom.

Gerbang Ekowisata Kalitalang akan menjadi identitas destinasi yang kini memiliki pelayanan wisata yang lebih baik sehingga menambah daya tarik kawasan untuk dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati panorama indahnya sisi tenggara Gunung Merapi. Mahasiswa UGM didampingi para dosen pembimbing menemani masyarakat untuk naik level dalam pengelolaan Ekowisata di kawasan ini.

"Terima kasih saya ucapkan, hadirnya Yayasan AHM dan UGM dalam membersamai masyarakat lokal sangat memberikan value terbukti kunjungan wisatawan ke Ekowisata Kalitalang terus meningkat sehingga ekonomi lokal terus tumbuh di wilayah kami”, Ujar Kepala Desa Balerante Sukono seusai peresmian Gerbang Ekowisata Kalitalang, pada Minggu (02/08).

Desa Balerante dihuni sekitar 2.000 jiwa memiliki potensi ekowisata yang khas, mulai dari bentang alam lereng Gunung Merapi hingga kekayaan budaya lokal. Potensi tersebut menjadi modal utama mengembangkan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat yang bermanfaat untuk warga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui KKN Tematik Satu Hati, Yayasan AHM mendukung implementasi inisiatif pengembangan desa oleh mahasiswa dan perguruan tinggi melalui penguatan ekowisata, peningkatan kapasitas UMKM, serta pengembangan ekonomi kreatif. Program ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Desa Balerante sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

BACA JUGA:  17th SATU Indonesia Awards 2026 Resmi Digelar, Mengusung Semangat “Terhubung dalam Aksi”

“Program KKN mahasiswa kami di Desa Balerante merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyrakat. Kolaborasi yang sudah dilakukan bersama Yayasan AHM dan seluruh stakeholder perlu terus ditingkatkan serta dapat menjadi inspirasi di wilayah lain, kami berupaya membuat program sesuai dengan kebutuhan masyrakat serta menjembatani ide kreatif anak muda", ungkap Rektor Universitas Gadjah Mada Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.

Desa Sejahtera Astra (DSA)
Ketua Yayasan AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan pengembangan desa adalah investasi jangka panjang untuk menghadirkan kesejahteraan dan pengembangan kompetensi masyarakat yang berkelanjutan dan lebih mandiri. Karena itu, melanjutkan program KKN Tematik Satu Hati, Yayasan AHM akan mengembangkan program Desa Sejahtera Astra dengan melakukan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan di bidang lingkungan, pendidikan dan ekonomi.

"Membangun desa berarti membuka lebih banyak peluang agar setiap generasi dapat tumbuh dan berkarya di tanah kelahirannya. Melalui DSA Balerante, kami meyakini ketika potensi lokal diberdayakan, masyarakatnya akan terlibat aktif mewujudkan perubahan positif bagi kemajuan desanya", ujar Muhib.

Pengembangan DSA Balerante diharapkan dapat memperkuat potensi lokal, meningkatkan kapasitas masyarakat, membangun kolaborasi lintas sektor, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam mewujudkan ekosistem desa yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan.

Program DSA Balerante ini nanti akan diwujudkan melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, meliputi penguatan sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat, mendorong lahirnya inovasi desa, serta menciptakan kualitas hidup yang lebih baik secara berkelanjutan. (M-001/rl)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top