Wisatawan Religi Kunjungi Klenteng Perbukitan Perut Naga Pecatu

MANGUPURA-Fajarbali.com | Banyak wisatawan religi asal Taiwan mengunjungi Kuil atau  Klenteng Guang Thai Temple  Pantai Balangan, Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Pasalnya, klenteng ini tidak hanya sebagai tempat ibadah bagi warga keturunan Tionghoa di Bali, tetapi juga untuk melakukan pengobatan.

Klenteng Guang Thai Temple di Perbukitan Naga, Pecatu, Kuta Selatan yang bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun Dewa Chikung (Dewa Mabuk), ramai dikunjungi umat dari berbagai kota besar di tanah air, Minggu (18/3/2018). Perayaan kali ini juga dihadiri wisatawan yang sengaja melakukan paket wisata spiritual dari Taiwan.

Sejak pagi hari warga keturunan Tionghoa di Bali mulai berdatangan untuk sembahyang di hadapan Dewa Chikung, karena sesuai penanggalan Imlek tanggal 2 bulan 2 merupakan hari ulang tahun Dewa Mabuk yang dikenal olas asih, dan diyakini memberi kesehatan bagi masyarakat yang menderita penyakit non medis. Ditengah umat yang terus mengalir dan bersujud di hadapan altar Dewa Chikung, panitia acara juga menyuguhkan berbabagai hiburan.

 “Selain persembahyanhan juga kita isi berbagai hiburan berupa tari barong sai, tari pendet dan tari sekar jepun, tari oriental mewakili kebudayaan Tiongkok dan Mongol, juga ada tari balet mewakili kawasan Eropa, jadi kita mix banget,” papar Melida salah satu panitia.

Pendeta Klenteng, Suhu Chuang Chung Hsing didampingi beberapa Suhu asal Taiwan menuturkan tujuannya membangun Klenteng  Guang Thai Temple untuk memuja Dewa Chikung (Dewa Mabuk). Kuil dibangun sekitar 7 tahun dan kini sudah banyak didatangi umat dan wisatawan pasca rampungnya pembangunan Klenteng sejak tiga tahun lalu.

Selain sebagai tempat berwisata spiritual sekaligus untuk persembahyangan yang lengkap dengan semua Dewa, Klenteng ini juga kerap didatangi tamu domestik maupun mancanegara yang ingin berobat, terutama karena sakit non medis. Bahkan sudah beberapa orang yang berkunjung mengakui terbukti sakit secara non medis seperti merasa kesulitan tidur atau terganggu makhluk halus bisa disembuhkan. Selain itu, masyarakat di sekitarnya yang percaya juga banyak yang datang berobat dan bisa disembuhkan.

“Kalau ada orang yang sakit non medis dan sulit disembuhkan kita siap membantu. Memang disini kita membantu mengobati secara sukarela. Tujuannya hanya untuk menolong orang yang susah dan kesulitan, apalagi hari ini tepat perayaan hari ulang tahun Sang Dewa,” katanya.

Guang Thai Temple yang berlokasi tepatnya di Jalan Melati, Balangan Uluwatu ini seperti hari biasa telah menjadi tempat tujuan wisata spiritual favorit tamu Taiwan untuk bersembahyang. Salah satu warga keturunan Tionghoa di Bali, Kheng Ing Suan atau yang lebih dikenal George Alexander yang ikut berpartisipasi membangun klenteng ini mengakui lokasinya memang dituntun dan dipilih oleh Dewa Chikung.

Dikatakan Klenteng dibangun selama 7 tahun dan kini sudah melayani umat sekitar 3 tahun dan banyak didatangi wisatawan dari berbagai daerah dan wisatawan mancanegara khususnya dari Taiwan, China maupun Hongkong.

“Seperti sekarang ada tour Tamu Taiwan. Mereka datang langsung ke Guang Thai Temple ikut merayakan ulang tahun Buda Chikung. Kalau ada yang datang kita siapkan dupa, mau bawa sembahyangan atau buahan silahkan namun kita sudah siapkan semua, jadi tinggal datang tidak usah bawa apa-apa tinggal sembahyang saja,” tegasnya.

Perayaan Ulang Tahun Buda Chikung kali ini tergolong lebih semarak kendati diakui pengelola klenteng di bawah naungan Yayasan Dharma Satya Esa Sempurna kunjungan wisatan asal Taiwan agak menurun karena hampir bertepatan dengan Hari Raya Nyepi 1940.

Pernah dikunjungi rombongan dari Kuil Taiwan yang tertua yakni Thai Tu Chong kini tempat ibadat yang banyak dikenal masyarakat Bali dengan sebutan Klenteng Bukit Naga ini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata spiritual karena kerap muncul di pemberitaan televisi di Taiwan.

“Kita disini sangat mendukung pariwisata, jadi harapan kita ke depan selain tempat bersembahyang untuk ritual agama juga bisa mendukung pariwisata sehingga makin banyak tamu yang datang ke Bali baik domestik maupun mancanegara. Jadi Kuil ini bisa ikut meramaikan pariwisata,” harap George.

Tidak seperti hari biasa berkah Buda Chikung yang juga bersamaa dengan persembahyangan bagi Dewa Bumi kali ini tidak hanya sebatas pengobatan non medis yang dilakukan oleh para Suhu, namun umat yang datang juga berkesempatan bersembahyang dan melemparkan puapue atau permohonan. Bagi yang beruntung maka akan mendapatkan berkah Dewa Chikung berupa Holo atau kendi labu berisikan air suci (arak, red). (kdk)

 Save as PDF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dua Polwan Nyamar Jadi PSK, Owner Bungalow 505 Sanur Dikeler ke Polres Garut

Sel Mar 20 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Buntut ditangkapnya delapan orang sindikat perdagangan gadis asal Garut, Jawa Barat, Satreskrim Polres Garut bekerjasama dengan jajaran Satreskrim Polresta Denpasar mengerebek Bungalow 505 di Br. Blanjong Desa Pakraman Intaran Sanur, Rabu (14/3/2018).  Save as PDF

Berita Lainnya