Wija Kusuma Pimpin DPC AAI ON Denpasar 2023-2028

Sementara, Erwin Siregar sebagai Ketua Dewan Penasihat dan Moch Sukedi sebagai ketua dewan kehormatan

(Last Updated On: )

Foto: MUSCAB DPC AAI ON Denpasar, Sabtu (5/8/2023) memilih Gede Wija Kusuma sebagai Ketua 2023-2028.

 

DENPASAR – fajarbali.com | Dewan Pengurus Cabang Asosiasi Advokat Indonesia Officium Nobile (DPC AAI ON) Denpasar menggelar Musyawarah Cabang, dengan agenda memilih kepengurusan baru, bertempat di Balai Diklat Provinsi Bali, Sabtu (5/8).

Dalam Muscab tersebut, secara aklamasi memilih Gede Wija Kusuma sebagai Ketua DPC AAI ON Denpasar untuk masa bakti 2023-2028. Sementara, Erwin Siregar sebagai Ketua Dewan Penasihat dan Moch Sukedi sebagai ketua dewan kehormatan.

Pemilik sapaan karib GWK itu,  mengatakan AAI merupakan organisasi asosiasi advokat yang sudah lama. AAI ini adalah salah satu organisasi yang ikut membidani Peradi dan yang tercatat di Undang Undang Advokat.

“Ke depannya, saya punya visi untuk membawa ‘pulang’ teman-teman ke AAI yang pernah membesarkan mereka itu dan kembali membesarkan rumah ini,” jelas GWK.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat AAI ON Palmer Situmorang mengharapkan para advokat, khususnya di Bali dapat menjunjung tinggi kejujuran yang profesional (officium nobile) dan memberikan pembelaan kepada masyarakat yang tidak mampu.

“AAI mempunyai pos bantuan hukum (posbakum) sebagai bagian pengejawantahan UU Advokat No 18 Tahun 2003,” kata Palmer, sembari menyampaikan pihaknya senantiasa menyuarakan UU No 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum dan UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Menurut dia, berdasarkan UU tersebut diwajibkan semua advokat untuk memberikan pembelaan kepada masyarakat yang tidak mampu secara cuma-cuma.

Untuk bisa efektif memberikan pembelaan secara pro bono, lanjut dia, sehingga disediakan lembaga pos bantuan hukum untuk melakukan pembelaan secara cuma-cuma di bawah Asosiasi Advokat Indonesia Officium Nobile.

“AAI secara organisasi, kami gerakkan untuk melakukan pembelaan, membantu secara langsung maupun dukungan moral bahwa Indonesia harus maju dalam kebebasan berpendapat, kebebasan berserikat, mengekspresikan keyakinan atau yang kita percaya,” ujarnya.

Bahkan sebelumnya, Posbakum AAI pernah mendapat penghargaan dari MURI karena telah melakukan pembelaan yang terbesar bagi para pekerja Indonesia yang mendapat masalah hukum di luar negeri.

“Pos bantuan hukum sekaligus disediakan sebagai medan atau laboratorium untuk yang magang sehingga nanti ketika kelak menjadi advokat yang profesional, dapat mengikuti koridor dan budaya advokat yang officium nobile,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Palmer Situmorang juga menyinggung terkait perjuangan AAI agar ada satu kode etik yang berlaku untuk semua advokat serta adanya lembaga peradilan etik untuk semua organisasi dan anggota advokat di Indonesia.

Mengenai rekrutmen advokat katanya, boleh saja diadakan masing-masing organisasi, tetapi ujiannya harus disatukan supaya ada standar advokat yang baik di Tanah Air. Gde

Next Post

Hyundai World Archery Championship, Indonesia Tekuk Korea Selatan

Ming Agu 6 , 2023
Kemenangan Arief tersebut diperoleh pada babak perdelapan final, dalam pertarungan yang ketat bersama Kim Woojin hingga ke babak shoot off.
Arief

Berita Lainnya