Vidya adalah pengetahuan yang membebaskan. Jadikan ilmu sebagai jalan untuk merendahkan hati, bukan untuk merasa lebih tinggi dari orang lain.
Yang ketiga adalah Prabha (Menjadi Cahaya bagi Sesama): Ilmu pengetahuan baru akan sempurna ketika ia menjadi Prabha—cahaya yang menerangi kegelapan. Dalam sastra disuratkan: pengetahuan itu menyinari tiga dunia.
Jangan simpan kecerdasan hanya untuk diri sendiri. Jadikan diri sebagai cahaya yang memberi kehangatan, solusi, dan kedamaian bagi masyarakat serta lingkungan sekitar. Teks Niti Sastra mengingatkan kita: tiada gunanya wajah tampan jika tanpa pengetahuan, ibarat bunga yang indah namun tak memiliki bau harum. Pengetahuan ibarat Cahaya sekaligus bau harum dalam diri yang keharumannya bisa menjadikan dunia ini indah.
“Melalui semangat inovatif dan kreativitas, adik-adik bisa “maguna dusun”—mendedikasikan diri untuk lingkungan dan orang banyak kelak. Jangan sampai sebaliknya, adik-adik menjadi “wong pangresek jagat”—menjadi manusia yang hidupnya hanya memenuhi dunia namun tidak berguna bagi lingkungan sekitarnya. Di era disrupsi saat ini bukan tidak mungkin kita bisa terjebak menjadi “wong pangresek jagat” tersebut,” paparnya.
Kepada Bapak/Ibu Dosen dan seluruh jajaran tenaga kependidikan, Rektor UNHI juga berpesan agar memberikan pelayanan terbaik bagi adik-adik mahasiswa baru.
“Inilah sewanam nyata dan jnana Yadnya baik sebagai pendidik maupun sebagai tenaga kependidikan. Tugas pendidik tidak hanya memindahkan pengetahuan dari guru ke murid, namun juga mendampingi murid untuk menemukan “jiwanya”. Melayani calon-calon penerang dunia di masa depan adalah subha karma—tindakan utama sebagai manusia,” paparnya.










