Materi yang diberikan meliputi kehidupan berbangsa dan bernegara, jati diri bangsa dan pembinaan kesadaran bela negara, sistem pendidikan tinggi di Indonesia, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri, pengembangan karakter mahasiswa, serta muatan lokal perguruan tinggi.
Materi tersebut disampaikan oleh narasumber dari internal maupun eksternal UNHI Denpasar. Dengan demikian, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus, tetapi juga diajak memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai insan akademik sekaligus bagian dari masyarakat.
Rektor UNHI Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E, M.Si dalam sambutannya memberikan pesan kepada mahasiswa baru. Pesan tersebut berhubungan dengan tema pembukaan mahasisya upanayana yakni Smrti Vidya Prabha: Ingatan, Pengetahuan, dan Cahaya. Mengapa smerti, eling, atau ingatan itu penting, karena di tengah hiruk pikuk dunia saat ini, semua cepat berlalu, bahkan ingatan tak mampu menjangkaunya.
“Adik-adik juga mesti “eling” karena siapa bisa hadir di sini dan untuk apa hadir di sini. Seringkali kita lupa bahwa ada jerih payah orang tua dan harapan untuk anak-anaknya agar bisa meraih kesuksesan. Saat adik-adik merasa lelah atau ingin menyerah nanti, ingatlah ada doa guru rupaka yang senantiasa menopang langkah adik-adik,” paparnya.
Selanjutnya, Vidya; Di UNHI, mahasiswa baru tidak hanya datang untuk mengisi diri dengan pengetahuan teoretis, tetapi juga mengisi jiwa dengan kebijaksanaan. Oleh sebab itu cita-cita Pendidikan Hindu tidak sekadar pradnyan, cerdas secara intelektual, tapi juga purusotama—menjadi manusia yang bijaksana.










