DENPASAR-fajarbali.com | Pemanfaatan perdana Sarana Jaringan Utilitas Terpadu dan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (SJUT-IPT) di kawasan Sanur, Denpasar, baru diikuti delapan provider internet dari sekitar 16 provider yang beroperasi di wilayah Sanur.
Kepastian provider yang telah menyatakan keikutsertaannya bergabung pada SJUT-IPT terungkap saat dilakukan serimonial pemanfaatan perdana SJUT-IPT di kawasan Sanur, yang digelar Kamis (15/10/2026) di Balai Banjar Sindhu Kaja, Sanur. Kedelapan provider itu yakni InfraNexia, Iforte, Biznet, Linknet, Globalxtreme, Unifiber by Asianet, Fiberstar, dan Tower Bersama Group.
Untuk mempercepat migrasi kabel jaringan dari udara ke bawah tanah sekaligus mempercantik wajah kawasan pariwisata Sanur tersebut, Pemkot Denpasar memberikan stimulus berupa keringanan tarif bagi provider yang mendaftar hingga akhir Desember 2026.
Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadharma Kota Denpasar, I Nyoman Putrawan, mengatakan sebelumnya pihaknya telah melakukan uji coba sebanyak dua kali.
Kini, sistem jaringan terpadu tersebut telah menunjukkan kelayakan untuk memenuhi kebutuhan internet para pelaku usaha maupun masyarakat di kawasan Sanur. "Delapan provider tersebut saat ini sedang berproses. Mereka menunggu respons dari pengguna layanan, seperti hotel, restoran, maupun pelaku bisnis lainnya, yang siap bermigrasi ke jaringan SJUT," ungkap Putrawan yang dikonfirmasi usai acara seremoni Pemanfaatan perdana SJUT-IPT Kawasan Sanur Denpasar.
Putrawan pun menjelaskan, kabel udara milik provider belum diturunkan karena proses migrasi harus dilakukan secara bertahap.
Kabel lama baru akan diturunkan setelah jaringan baru terkoneksi dengan baik dan dipastikan dapat melayani pelanggan.









