Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan layanan internet, termasuk munculnya wilayah tanpa akses atau blank spot akibat penurunan kabel yang dilakukan sebelum jaringan pengganti berfungsi optimal.
Ditegaskan, percepatan migrasi sangat bergantung pada kesiapan provider dan pelanggan. Semakin banyak pelanggan yang menggunakan provider yang telah beralih ke SJUT, semakin cepat pula proses penataan dan penurunan kabel udara di kawasan Sanur dapat dilakukan.
Sebelumnya, koordinasi juga telah dilakukan dengan pelaku usaha sektor hospitality melalui fasilitasi forum hospitality di Sanur.
Sejumlah pelaku usaha telah bersiap melakukan migrasi layanan internet agar proses penataan jaringan tidak mengganggu kegiatan operasional mereka.
Putrawan mengakui, pada tahap awal terdapat sejumlah kendala, terutama terkait keraguan provider dan persoalan tarif. Namun, kebijakan insentif fiskal yang diberikan Pemkot Denpasar dinilai memberikan dampak positif terhadap minat provider untuk bergabung. "Kami berharap menjelang Desember ini provider lainnya juga segera menyusul. Tujuan utama program ini adalah penataan estetika kota, tetapi pelayanan internet kepada masyarakat tetap harus berjalan dengan baik," tandas Putrawan.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menegaskan Pemkot Denpasar telah menyerahkan surat edaran mengenai stimulus keringanan tarif pelayanan kepada provider yang bergabung dalam SJUT.
Saat ini, terdapat 16 provider yang beroperasi di kawasan Sanur. Dari jumlah tersebut, delapan provider telah menyatakan bergabung, sedangkan delapan lainnya diharapkan segera menyusul. "Dari informasi yang saya dapat, di kawasan Sanur ini ada 16 provider. Delapan provider sudah bergabung. Kami berharap sampai dengan Desember ini delapan yang belum bergabung bisa segera bergabung," ujar Arya Wibawa.









