DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Mewabahnya Covid-19 secara global tidak saja berdampak langsung terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi. Dampak nyata lainnya yakni gangguan mental yang dialami sebagian orang, akibat kecemasan berlebih akan ancaman Covid-19. Belum lagi dampak sosial yang membuat sebagian orang kehilangan pekerjaan dan tidak dapat berkerja. Apabila kondisi ini tidak dicermati dengan bijak, tidak saja sakit secara fisik, namun juga sakit secara mental.
Psikolog Wiene Dewi mengatakan, kepanikan, cemas dan stres dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga rentan terhadap penyakit termasuk terinfeksi virus Covid-19. "Jika sedang marah, cemas, sedih dan tertekan maka otak kita akan mengeluarkan hormon noradrenalin, yaitu hormon yang sangat beracun yang membuat fisik kita menjadi lemah, sakit-sakitan, cepat tua dan cepat mematikan syaraf," jelasnya, Selasa (7/4/2020).
Untuk menghadapi masa krisis Covid-19, Wiene mengatakan masyarakat harus berpikir positif dan tenang supaya mentalnya sehat dan daya tahan tubuh tidak melemah. Dengan daya tahan tubuh yang tetap terjaga dengan baik, maka tubuh tidak mudah terkena penyakit.
Ia juga mengatakan warga diharapkan tetap tenang agar dapat mengenali gejala-gejala Covid-19 serta mengikuti arahan pemerintah sehingga dapat bertindak antisipatif terukur dengan tidak memiliki kecemasan berlebihan atau kekhawatiran dan stres terus menerus. "Mari kita saling mendukung dan jangan saling menyalahkan. Jika ingin sehat, hormon endorfin harus banyak keluar dari dalam tubuh karena hormon ini dapat memperkuat daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina," ujarnya.










