UWRF 2026 Ajak Masyarakat Menyelaraskan Kesadaran, Empati, dan Tindakan melalui Sastra dan Budaya

IMG_20261007_224925
Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) akan kembali hadir di Ubud pada 21-25 Oktober 2026 dengan mengusung tema Samarasā: Awareness. Empathy. Action.

Kehadirannya dalam Emerging Writers Programme menjadi bagian dari komitmen festival untuk memberikan ruang bagi generasi baru untuk tumbuh dan terlibat dalam ekosistem sastra Indonesia. 

Tahun ini, Baskara Putra akan hadir dalam sesi Soundtrack of a Generation, membahas perjalanan musiknya bersama .Feast dan proyek solonya, Hindia, serta bagaimana lirik dan pengamatannya terhadap kehidupan kontemporer menjadi suara bagi satu generasi.

Dalam program Festival Club, penulis anak legendaris Djokolelono akan berbagi cerita dalam Childhood Magic: Tales with Djokolelono, sementara Gus Bao dan Ni Wayan Prima akan membahas kekuatan tradisi lisan Bali dalam Bali’s Storytelling Movement. Festival juga akan menghadirkan pameran gratis Samarasā: Awareness. Empathy. Action. di Indus Restaurant pada 11-26 Oktober 2026.

Dalam sesi Is Indonesia Eating Its Own?, Indah G, Tari Lang, dan Todung Mulya Lubis akan membahas kebebasan berpendapat, ruang sipil, dan peran penulis dalam menghadapi kekuasaan dalam sesi yang dimoderatori oleh Krishna Sen.

Selain program utama, festival juga menghadirkan ratusan kegiatan gratis, termasuk Festival Club yang akan berlangsung di Casa Luna dan 49 peluncuran buku baru. Pada sore hingga malam hari, pengunjung juga dapat menikmati pemutaran film, pementasan teater, pembacaan puisi, serta berbagai program lainnya. 

Janet DeNeefe, Pendiri & Direktur UWRF, menyampaikan dalam konferensi pers, di tengah dunia yang semakin banyak kita jalani melalui layar, kesempatan untuk hadir bersama dan mendengarkan secara langsung menjadi semakin penting.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top