Upaya Cegah Stunting dari Hulu, Siswi SMAN 2 Mengwi Ikuti Cek Kesehatan 

IMG-20260423-WA0030
Edukasi pola hidup sehat dan cek kesehatan menyasar siswi SMAN 2 Mengwi, Badung, Rabu (22/4/2026).

MANGUPURA-fajarbali.com | Data menunjukkan prevalensi atau kasus stunting secara nsional masih cukup tinggi, 21,6 persen, walaupun di Provinsi Bali 8 persen dan Kabupaten Badung 2,1 persen, namun tetap harus dilakukan pencegahan stunting dari hulu, menyasar anak remaja perempuan. 

Oleh karenanya, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Denpasar, menggelar pengabdian dengan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di SMAN 2 Mengwi.

Pengabmas PKM yang diketuai oleh I Nyoman Gede Suyasa, dan dua anggota I Nyoman Jirna, Cok Dewi Hana Sundari, juga melibatkan sejumlah mahasiswa ini, berlangsung Selasa (22/4/2026) di SMAN 2 Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. 

Suyasa menjelaskan, bentuk kegiatan antara lain pemerikasaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, pemeriksaan hemoglobin (Hb) untuk siswi, pemberian tablet penambah darah untuk siswi serta diberikan edukasi kepada siswi tentang pencegahan anemia dengan media booklet. 

Suyasa merasa senang karena Pengabmas PKM ini diikuti secara antusias, terbukti dari jumlah peserta yang mencapai 60 siswi didampingi lima orang guru. Sebelumnya Poltekkes Kemenkes Denpasar telah menjalin MoU dengan SMAN 2 Mengwi.

Menurut Suyasa, mencegah stunting dari hulu dengan cara mengintervensi kesehatan remaja putri yang notabene calon ibu sangat penting dilakukan. Untuk di Kabupaten Badung sendiri, kasus stunting sebesar 2,21 persen atau 345 anak balita dari 15.630 anak. 

"Meski sangat kecil kasusnya tapi upaya pencegahan terus kita lakukan. Ini sejalan dengan tujuan pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan menuju Indonesia Emas 2045," ujar Suyasa.

Kasus bayi-bayi stunting, lanjut Suyasa, disebabkan oleh multi faktor. Salah satunya anemia pada calon ibu, disertai pola hidup yang kurang sehat seperti kebiasaan tidak sarapan, malas minum air putih, diet tidak sehat karena ingin langsing (mengabaikan sumbeir protein, karbohidrat, vitamin dan mineiral), ngemil makanan rendah gizi dan makan makanan siap saji.

BACA JUGA:  Ny Putri Koster Optimistis Bali Mampu Wujudkan 'Medical Tourism'

Untuk sasaran Pengabmas PKM ditemukan bahwa pihak sekolah belum memiliki alat pengukur Hb (POCT) dan kurangnya keterampilan para guru tentang pengukuran Hb pada siswi. 

Selain itu, siswi kesadaran para SMAN 2 Mengwi masih rendah dalam mengonsumsi tablet penambah darah. Pengabdi telah menyerahkan alat pemeriksaan Hb kepada sekolah dengan harapan mereka mampu mengecek Hb secara mandiri. 

Suyasa menjelaskan kadar Hb adalah ukuran pigmen respirotik dalam butiran-butiran darah merah. Jumlah hemoglobin dalam darah normal adalah kira-kira 15 gram setiap 100 ml darah. 

SMAN 2 Mengwi memiliki peserta didik 1. 082 orang, terdiri dari kelas X sebanyak 317 orang, kelas XI sebanyak 346 orang dan kelas XII sebanyak 419 orang, dengan jumlah siswa putra sebanyak 456 orang dan siswi putri sebanyak 626 orang. 

"Dengan upaya yang kami lakukan berupa edukasi pola hidup sehat, semoga ke depan mereka tumbuh sehat dan kelak melahirkan putra-putri sehat dan cerdas," harapnya.

Kepala SMAN 2 Mengwi Ni Luh Made Ratna Agustini, SPd., MPd., menyampaikan rasa terima kasih atas program yang menurutnya sangat strategis ini. Ia berharap kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Denpasar berlanjut di tahun-tahun berikutnya. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top