
Kegiatan Pencegahan Stunting dari Hulu dan Edukasi PKBR yang diikuti remaja dan pelajar SMA/SMK di Gianyar, Sabtu (10/12).
GIANYAR – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Upaya penurunan prevalensi stunting, khususnya di Provinsi Bali terus dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Komisi IX DPR RI.
Kali ini menyasar para pelajar dari SMAN 1 Gianyar, SMKN 3 Sukawati, SMAN 1 Blahbatuh dan remaja Singapadu sebagai PIK Jalur Masyarakat bertempat di Balai Budaya Batubulan, Sukawati, Gianyar, Sabtu (10/12).
Dalam kegiatan bertema "Pencegahan Stunting dari Hulu dan Edukasi PKBR: Tentang Kita #berani, beraksi #berkolaborasi" itu, Kepala Perwakilan BKKBN Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., mengaku sengaja menyasar kaum remaja yang notabene "pabrik" sumber daya manusia ke depan. PKBR adalah Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja.
"Anak-anak (peserta-red) adalah pabrik yang melahirkan generasi penerus. Jadi tergantung komitmen masing-masing. Kalau pabriknya bagus, Indonesia emas akan terwujud, tapi kalau pabriknya buruk, generasi apa yang akan diberikan untuk hadiah Kemerdekaan RI ke 100 tahun," kata pemilik sapaan akrab dr. Luh De.
Stunting, kata dr. Luh De, bukanlah sebuah penyakit, apalagi penyakit genetik. Contohnya, calon pengantin yang bertubuh pendek belum tentu menghasilkan anak pendek. Semua tergantung intervensi yang dilakukan dari hulu. "Hulu ini artinya di awal. Makanya sangat penting kegiatan ini bagi anak-anak," tegasnya.










