Resmi Nahkodai GPFI Bali Periode 2022-2027, Kadek Sudika : Berharap Bali Punya Industri Farmasi

(Last Updated On: 17/09/2022)
Pelantikan Pengurus GPFI Provinsi Bali Periode 2022-2027.
DENPASAR-fajarbali.com | Sehubungan dengan telah disusunnya kepengurusan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Provinsi Bali Periode 2022-2027, maka pada hari Sabtu (17/9) dilaksanakan prosesi pelantikan bertempat di Quest San Hotel, Jl. Mahendradatta, No. 93 Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Kadek Sudika resmi menjadi Ketua Umum GPFI Provinsi Bali Periode 2022-2027.
 
Ketua Umum GPFI Provinsi Bali Periode 2022-2027, Kadek Sudika usai pelantikan mengatakan, ada sebanyak 30 pengurus baru yang dilantik dengan mengundang kurang lebih 58 anggota GPFI Provinsi Bali. Dengan dilantiknya kepengurusan yang baru tersebut, dirinya berharap kedepannya bisa berkolaborasi dengan para pengusaha di Bali dan juga pemerintah terkait, seperti Dinas Kesehatan, BPOM, Kadin serta HIPMI, sehingga bisa memberikan manfaat untuk anggota dan juga masyarakat luas.
 
“Saya sampaikan selamat atas dilantiknya kepengurusan GPFI Provinsi Bali yang baru. Semoga kami semua dapat memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat. Selain itu, kami juga akan berkolaborasi dengan pemerintah terkait, sehingga perusahaan farmasi di Bali dapat lebih berkembang dan dapat berkontribusi terhadap kualitas kesehatan masyarakat luas,” ungkapnya.
Penyematan pin tanda pengurus GPFI Provinsi Bali Periode 2022-2027 resmi dilantik.
Kadek Sudika dalam kesempatan tersebut juga mengakui jika anggota dari GPFI Provinsi Bali seluruhnya belum terdata dengan tepat. Oleh karena itu, pihaknya mengatakan bahwa, saat rapat bersama para pengurus, ia akan membahas terkait keanggotaan. Selain itu juga, dirinya menyebutkan jika masih banyak pengusaha yang belum jadi anggota. “Ya nanti kita akan rapikan, kalau dari potensi anggotanya itu bisa di atas 500. Nanti kita akan data lagi supaya lebih akurat angka-angkanya,” ujarnya.
 
Kadek Sudika yang juga Business Manager di PT. Antar Mitra Sembada menerangkan bahwa, saat ini GPFI Provinsi Bali tengah konsen terhadap distributor. Ia menyebutkan saat ini kurang lebih ada 23 distributor nasional. Begitu juga dengan distributor lokal yang diakuinya juga banyak. “Ini jadi ujung tombak, situasi pandemi ini farmasi sangat dibutuhkan sekali, nah kita fokusnya bagaimana kita bisa bekerja sama dengan pemerintah supaya kita bisa supply,” terangnya.
 
Pihaknya menambahkan jika GPFI Provinsi Bali juga fokus terkait pengembangan industri farmasi di Bali. Ia mengatakan jika selama ini, Bali masih minim industri farmasi. “Dulu pernah ada satu pabrik farmasi bernama Kresna Farmasi, namun sekarang infonya sudah tidak aktif lagi. Selain itu, kalau tidak salah daerah Jembrana dan Singaraja sudah diizinkan untuk membangun pabrik farmasi. Nah, harusnya di Bali fokusnya paling tidak punya industri farmasi juga seperti yang ada di Jawa. Cuma Bali yang belum punya, jadi kita kembangkan dengan para pengusaha dengan harapan Bali punya pabrik farmasi sendiri,” pungkasnya. M-001
 Save as PDF

Next Post

Yudisium Prodi Pendidikan Unhi! Lulusan Jadi Pendidik Profesional dengan Nilai Keagamaan

Ming Sep 18 , 2022
Yudisium adalah agenda paling penting bagi mahasiwa karena merupakan momen pengukuhan kelulusan setelah memenuhi syarat kelulusan serta telah menempuh studi selama jangka waktu tertentu.
3BE0DE2F-29B0-4A78-BE80-1BF3813C3C42-347d17b4

Berita Lainnya