Dua Kartel Rusia yang Ditangkap di Bangli Bawa 7.8 Kg Hasish

1000872918
KARTEL NARKOBA-Penampakan dua kartel narkoba sindikat international ditangkap petugas gabungan BNN RI di Bangli, Bali.
DENPASAR -fajarbali.com |Tim Gabungan BNN, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bea dan Cukai, serta Polda Bali berhasil mengungkap jaringan penyelundupan narkotika internasional di Dusun Kayang, Desa Kayubihi, Bangli, Bali, pada Jumat 5 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 WITA. Dari penangkapan tersebut, dua kartel narkoba asal Rusia, yakni Kira Kochetkova alias KK (52) dan Sergei Khlejushchew alias SK (39) berhasil diamankan bersama barang bukti hasish sebanyak 7.8 kg yang disimpan di dalam mobil. 
 
Menurut Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto, pengungkapan sindikat narkoba International ini bermula dari informasi Bea dan Cukai Soekarno-Hatta terkait adanya tas koper berisi ganja asal Thailand yang dibawa penumpang berinisial KK asal Rusia. Narkoba tersebut terdeteksi akan dibawa ke Bali. 
 
Setelah pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, KK terlacak melanjutkan perjalanan menggunakan mobil rental menuju Pelabuhan Ketapang dan menyeberang pukul 01.30 WIB. Setiba di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 03.00 WITA, KK dijemput oleh SK, juga asal Rusia.
 
Tim gabungan melanjutkan pengejaran terhadap tersangka SK yang berusaha melarikan diri usai menurunkan KK dan tas koper berisi narkotika. 
 
"Dalam pelarian tersebut SK mengendarai kendaraan dengan laju yang sangat kencang dan ugal-ugalan sehingga sempat menabrak beberapa warga setempat," bebernya. 
 
Hingga akhirnya petugas berhasil menghentikan mobil SK dan berhasil menangkapnya di Dusun Kayang, Bangli. Selain tersangka KS pihaknya juga telah mengamankan barang bukti narkotika berupa Hasish (bentuk padatan dari tanaman ganja) berat brutto 7,8 Kg. Selain itu barang bukti non-narkotika berupa paspor, ponsel, dan 1 unit kendaraan roda empat. 
 
"Dalam penangkapan itu kami amankan 7.8 kg hasish," bebernya. 
 
Komjen Suyudi mengatakan hingga kini penyidik BNN masih berkoordinasi dengan pihak Bea dan Cukai, Polda Bali, serta Imigrasi guna melakukan pengembangan kasus terhadap kemungkinan adanya tersangka WNA Rusia lain yang masih berada di Bali. 
 
"Masih didalami," pungkasnya. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top