Rektor menegaskan, Unwar selama ini terus mendorong berbagai kegiatan pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan dan potensi masyarakat. Sejumlah program telah dilakukan sivitas akademika Unwar, di antaranya pengembangan bangunan berbasis bambu di wilayah Gianyar, program penanganan stunting melalui edukasi nutrisi dan kesehatan masyarakat di Bangli dan Gianyar, serta pengembangan budidaya ikan dengan sistem mina padi di wilayah Tabanan.
“Berbagai pengabdian tersebut memiliki dampak dan implikasi terhadap keterlibatan masyarakat, termasuk dunia usaha. Karena apa yang dilakukan perguruan tinggi harus memiliki dampak dan mengarah pada terwujudnya desa-desa yang mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga menjadi keynote speaker, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KNPPM 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat.
Ia mengatakan UGM memiliki komitmen untuk terus mengembangkan pemikiran-pemikiran alternatif dalam memberdayakan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan di Indonesia.
“Kami berupaya mengajak perguruan tinggi yang menjadi bagian dari network dalam penyelenggaraan KKN. Selama ini ada 34 provinsi yang dapat kami jangkau untuk membantu masyarakat dalam transformasi pengetahuan melalui program-program yang langsung bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak boleh hanya berperan sebagai menara gading. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.










