Tutup ‘Bisnis’ Prostitusi, Bupati Ditagih Lapangan Pekerjaan

SEMARAPURA-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Komitmen Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta untuk menutup operasional cafe dan bisnis prostitusi tampaknya bukan isapan jempol belaka.

Bahkan bupati turun tangan melakukan sidak ke sejumlah cafe remang-remang hingga penginapan. Sayangnya, sidak tersebut diduga bocor sehingga banyak Pekerja Seks Komersial (PSK) tidak ada di lokasi. 

Minggu (6/1/2019) Bupati Suwirta bersama Kapolres Klungkung, AKBP I Komang Sudana dan Kasatpol PP, Putu Suarta serta sejumlah aparat kepolisian dan TNI mendatangi gubuk-gubuk di kawasan eks galian C, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Gubuk semi permanen tersebut diduga dijadikan tempat bisnis esek-esek. Tidak seperti biasanya, petang itu deretan bilik asmara di lokasi tersebut nampak sepi. Sehingga sidak diduga sudah bocor. 

Saat diintrogasi Bupati, salah seorang pemilik gubuk, Ketut Sulandra mengakui sejak beberapa hari lalu, tiga PSK yang diasuhnya sudah pergi. Gara-garanya mereka mendengar informasi bahwa pemerintah daerah akan melakukan penertiban tempat prostitusi. Sulandra menyadari usahanya tersebut memang sisi negatifnya.

Oleh karena itu dirinya tidak keberatan bila pemerintah membuat kebijakan untuk melakukan penutupan. Selain itu ia juga siap memulangkan para PSK yang diasuhnya.  Namun, dengan syarat pemerintah wajib menyediakan lapangan pekerjaan baru untuknya. Mengingat selama ini, Sulandra hanya mengandalkan pendapatan dari bisnis suram tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top