Tim Peneliti Universitas Ngurah Rai Kembangkan Model Prediksi Banjir Berbasis Jaringan Syaraf Tiruan dan Ungkap Peran Konversi Lahan Subak dalam Risiko Banjir Kota Denpasar

IMG-20261102-WA0012
Dr. Ir. Putu Doddy Heka Ardana, ST., MT., IPM., ASEAN Eng. (foto: istimewa)

Luaran Ilmiah dan Posisi Riset Indonesia

Analisis bibliometrik terhadap 1.369 dokumen terindeks Scopus periode 2005–2025 memperlihatkan bahwa Indonesia baru menyumbang 30 dokumen dan berada di peringkat ke-18 dunia dalam riset jaringan syaraf tiruan untuk prediksi banjir.

Penelitian ini menghasilkan lima naskah ilmiah: satu luaran wajib pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q1, serta luaran tambahan berupa makalah yang dipresentasikan pada seminar internasional CAITEC 2026 dan naskah yang disubmit ke tiga jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q2, Q3 dan Q4.

Rekomendasi dan Langkah Berikutnya

Berdasarkan temuan tersebut, tim merekomendasikan agar pemangku kepentingan memperkuat pengamatan hujan dan debit pada resolusi harian hingga per jam, memasukkan pemantauan alih fungsi subak ke dalam kajian mitigasi banjir perkotaan, dan membaca koefisien limpasan sebagai peta spasial per wilayah, bukan sebagai angka rata-rata DAS tunggal yang dapat menutupi perubahan lokal.

Dalam waktu dekat, tim menyiapkan pendaftaran hak kekayaan intelektual, buku referensi pemodelan jaringan syaraf tiruan untuk pengelolaan sumber daya air berkelanjutan, serta usulan penelitian lanjutan untuk DAS Tukad Mati pada 2027.

Dalam peta jalan jangka panjang hingga 2033, hasil penelitian ini diarahkan menjadi dasar sistem peringatan dini banjir terpadu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar dan BWS Bali Penida.

Penelitian ini sejalan dengan upaya mewujudkan kota yang berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana (SDGs 11) serta penanganan perubahan iklim (SDGs 13). Dr. Doddy berharap hasilnya dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top