Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dibuka Wapres, Kader Diminta Rebut Ruang Strategis Bangsa

IMG-20260521-WA0026
Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menggelar Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 21–23 Mei 2026 M / 4–6 Zulhijah 1447 H di Badung yang dibuka Wapres RI Gibran Rakabuming Raka. (ist)

"Kita tidak butuh gerakan yang hanya ramai di media sosial, tetapi sepi di cabang dan ranting. Pemuda Muhammadiyah harus mengakar ke bawah, hadir di denyut persoalan anak muda, masuk ke kampus, desa, masjid, komunitas, dan ruang-ruang tempat rakyat sedang berjuang menghadapi hidup," kata pria yang juga menjabat Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Pemilik sapaan karib Fikar tersebut, menilai bahwa tantangan generasi muda hari ini bukan hanya soal lapangan pekerjaan dan pendidikan, tetapi juga krisis arah, ketimpangan akses, dan hilangnya keberanian moral dalam ruang publik. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah harus bertumbuh dengan orientasi yang jelas dan berdampak.

“Bertumbuh bukan sekadar memperbanyak struktur atau seremonial. Bertumbuh itu ketika kader punya kapasitas, punya keberanian berpikir, dan mampu merebut ruang strategis bangsa. Kita ingin Pemuda Muhammadiyah melahirkan intelektual, penggerak sosial, entrepreneur, politisi, dan pemimpin masa depan yang tetap berpihak pada rakyat dan nilai Islam berkemajuan," imbuh Fikar.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemuda Muhammadiyah harus berani keluar dari zona nyaman organisasi dan masuk ke arena perubahan sosial yang nyata.

"Kalau anak muda hanya jadi penonton perubahan, kita akan tertinggal. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kekuatan yang membaca zaman sekaligus mempengaruhi arah peradaban. Mengakar ke bawah supaya paham realitas rakyat, dan bertumbuh ke depan supaya mampu memimpin Indonesia. Itu spirit Tanwir kali ini," ungkap dia.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top