“Mandat kami adalah mewujudkan keluarga berkualitas melalui pendekatan siklus hidup, sekaligus mengendalikan pertumbuhan penduduk secara seimbang. Ini dilakukan melalui intervensi program prioritas yang terintegrasi, yakni Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayan Teladan Indonesia (GATI), Lanjut Usia Berdaya (Sidaya), Superapps, distribusi Makan Bergizi Gratis bagi Sasaran 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita NonPAUD), termasuk penyediaan alat kontrasepsi dan edukasi keluarga,” jelas dr. Luh De, sapaannya.
dr. Luh De juga menekankan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kurangnya pengetahuan orang tua, akses gizi, hingga sanitasi lingkungan. Oleh karena itu, intervensi dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pemenuhan nutrisi maupun perbaikan akses air bersih dan sanitasi.
Kepala Bidang PPKB Dinas Sosial, PPPA dan PPKB Kabupaten Karangasem, I Gede Budie Trisnawan, SSTP., MPA, menambahkan bahwa perencanaan keluarga harus dipahami sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
“Perencanaan keluarga bukan hanya soal jumlah anak, tetapi bagaimana keluarga mampu merencanakan kehidupan yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar kesadaran ini tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Di tingkat lokal, Perbekel Desa Datah, Ir. I Nyoman Mahayana, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui program tersebut, termasuk bantuan pembangunan fasilitas sanitasi.










