Selama tiga bulan, peserta Sharp Class mendapatkan pembelajaran teori dan praktik audio video yang mencakup pengenalan komponen elektronik, pemeriksaan fungsi perangkat, identifikasi gangguan, serta dasar-dasar perawatan dan perbaikan. Pelatihan yang dibimbing oleh tenaga profesional Sharp Indonesia ini juga dilengkapi dengan pembekalan etika kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kepemimpinan. Perpaduan materi teknis dan nonteknis tersebut menjadi bekal penting bagi siswa untuk memahami standar kerja sekaligus mengenali tanggung jawab yang akan dihadapi di dunia industri.
Bagi SMKN 1 Cikarang Barat, keterlibatan industri membuka kesempatan untuk memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperluas wawasan siswa mengenai kebutuhan profesi yang mereka minati. Kolaborasi ini juga menjadi ruang bagi sekolah untuk menghubungkan pembelajaran di kelas dengan perkembangan keterampilan yang dibutuhkan di lapangan.
Kolaborasi dengan industri memberi kesempatan bagi siswa untuk melihat langsung bagaimana pengetahuan yang diperoleh di sekolah diterapkan dalam pekerjaan. Melalui Sharp Class, siswa dapat memperdalam keterampilan, melatih ketelitian, dan mengenal standar kerja yang dibutuhkan industri. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk menentukan langkah setelah lulus, baik memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pengembangan keterampilan, ujar B. Agus Wimbadi, S.Pd., M.Pd., Kepala SMKN 1 Cikarang Barat.
Kolaborasi semacam ini juga memiliki arti penting bagi pengembangan pendidikan vokasi di daerah. Keterlibatan perusahaan dapat memperkaya perspektif pembelajaran, sementara sekolah berperan memastikan siswa memperoleh dasar pengetahuan yang kuat untuk mengikuti perkembangan kebutuhan industri.










