DENPASAR-fajarbali.com | Gelaran Parade Kesenian Tradisional yang menampilkan Sekaa Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak, dan Sekaa Baleganjur mencapai puncaknya pada Sabtu (24/10) di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. Sebanyak delapan sekaa ditetapkan sebagai peserta dengan penampilan terbaik.
Pada kategori Gong Kebyar Wanita dan Gong Kebyar Anak-Anak, peserta berpenampilan terbaik yakni Sekaa Gong Wanita Dharma Duta Laksana, Br. Kepisah, Pedungan, Sekaa Gong Anak Lila Tri Datu, Kelurahan Pemecutan, Sekaa Gong Anak Sida Gita Karya, Br. Dukuh Mertajati, Sidakarya, serta Sekaa Gong Anak Ganabala, Br. Semaga, Penatih.
Pada kategori Baleganjur, peserta berpenampilan terbaik yakni Sekaa Baleganjur Tegal Jimbar, Desa Adat Panjer, Sekaa Baleganjur Dharma Astuti, Banjar Pande, Sumerta, Sekaa Baleganjur Asti Swetha Swara, Desa Adat Sesetan, serta Sekaa Baleganjur Dwi Tunggal, Br. Menesa, Puseh Pedungan.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, serta anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka dan Luh Putu Mamas Lestari, turut menyaksikan penampilan para sekaa pada hari kedua sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta berpenampilan terbaik.
Usai penyerahan piagam penghargaan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan bahwa penguatan seni budaya merupakan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memberdayakan dan melestarikan potensi seni budaya di perkotaan. Hal ini sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Karena itu, Parade Kesenian Tradisional diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional, khususnya seni klasik dan Gong Kebyar yang telah berkembang di Kota Denpasar.










